Banyaknya anggota DPR RI yang loncat partai dengan menjadi caleg di partai lain, khususnya ke NasDem, alasan ideologis kurang relevan, " />
www.beritaintermezo.com
20:30 WIB - Penyuluhan Hukum di Rohil, Camat Bangko Harapkan Fak. Hukum UIR Fasilitasi Problem Perikanan | 16:29 WIB - Peduli Situs Budaya Melayu, PLN Serahkan Bantuan ke LAM Pekanbaru | 08:57 WIB - P2TP2A Minta Pelaku Sodomi Dan Setubuhi Anak Dinawah Umur Dihukum Seadil-adilnya | 08:51 WIB - Sembilan Kegiatan di PWI Riau Akan Ramaikan HPN 2019 | 21:14 WIB - Sentra Gakkumdu Rohil Tidak Temukan Unsur Pelanggaran Pemilu Terhadap Caleg Petahana Bagi Sembako | 16:37 WIB - Tim DLH Rohil Ambil Sample Air Sungai Rokan Yang Menyebabkan Ikan Mati
Caleg Loncat Pindah Partai Pragmatis Semata
Kamis, 19-07-2018 - 16:17:13 WIB

TERKAIT:
 
  • Caleg Loncat Pindah Partai Pragmatis Semata
  •  

    JAKARTA,(BI)-Banyaknya anggota DPR RI yang loncat partai dengan menjadi caleg di partai lain, khususnya ke NasDem, alasan ideologis kurang relevan, tetapi kemungkinan besar soal APK(Alat Peraga Kampanye), uang, dan konflik internal.

     “Saya kira masalah pragmatis seperti alat peraga kampanye (APK), uang, dan konflik internal partai yang menjadi faktor kuat loncatnya kader partai ke partai lain sekarang ini. Terutama yang pindah ke NasDem,” tegas politisi PDIP Eva Kusuma Sundari di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (19/7/2018).

    Selain masalah APK, uang, konflik juga faktor pesimismenya partai itu bisa lolos ke Senayan. Faktor lolos ke DPR salah satu faktor kuat yang mendorong pindah partai. “Jadi, mereka yang loncat semata-mata ingin tetap eksis di DPR RI,” tambah anggota Komisi XI DPR RI itu.

    Lalu, loncat partai dan pergantian antarwaktu (PAW) di DPR itu akan mengganggu kinerja DPR? Menurut Eva, kinerja DPR selama ini memang kurang produktif. Ditambah dengan banyak yang loncat partai, pasti akan mengganggu kinerja DPR.

    Mengapa? Sebab kata Eva, anggota DPR baru perlu penyesuaian diri. Tidak bisa serta-merta menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR. Terlebih duduk di komisi yang bukan bidangnya. “Bukan bidangnya dan tak pernah di DPR, tentu sulit,” jelasnya.

    Karena itu dalam pileg 2019 ini, masyarakat perlu mengerti tentang apa motivasi caleg itu mau ke DPR? “Motivasi itulah yang perlu dipahami masyarakat sebelum memilih seseorang,” ungkapnya.

    Sementara itu Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali mengatakan jika faktor loncat partai itu disebabkan oleh 4 hal. Yaitu, ideologi, konflik internal, kelangsungan partai akan lolos ke Senayan atau tidak?, dan terakhir sistem proporsional.

    “Sistem terbuka ini juga memicu persaingan ketat antar caleg di internal partai maupun antar caleg antar partai", katanya. (Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Caleg Loncat Pindah Partai Pragmatis Semata
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    3 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    4 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    5 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    9 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica