Film Pelangi Mars, Menembus Angkasa Menjaga Cinta Ibu dan Jati Diri Bangsa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:27:26 WIB

Pekanbaru (BIC)-Di tengah maraknya film bertema luar angkasa, Pelangi Mars hadir membawa warna berbeda. Tak sekadar menyuguhkan petualangan futuristik, film ini justru menyentuh sisi paling mendasar dalam kehidupan, hubungan anak dan ibu, serta pentingnya menjaga jati diri di tengah kemajuan zaman.

Tokoh utama Pelangi yang diperankan Messi Gusti digambarkan sebagai anak dengan rasa ingin tahu tinggi. Ia berani menjelajah dunia baru yang penuh teknologi dan tantangan. Namun di balik keberaniannya, tersimpan kekuatan besar yang berasal dari sosok ibu—figur sederhana yang menanamkan nilai kebaikan, ketulusan, dan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

Dalam setiap langkahnya, ajaran sang ibu menjadi kompas kehidupan bagi Pelangi, bahkan saat ia berada jauh dari rumah. Hal inilah yang menjadi inti emosional cerita.

Produser Dendi Reynando menegaskan, hubungan ibu dan anak sengaja diangkat sebagai ruh utama film.

"Sejauh apa pun seseorang melangkah, nilai dari keluarga terutama ibu akan selalu menjadi pegangan," ujarnya.

Sentuhan budaya dalam film ini juga terasa kuat melalui simbol batik yang dihadirkan secara unik. Karakter Robot Batik yang diisi suaranya Bimoky menjadi representasi bagaimana warisan budaya tetap relevan, bahkan di dunia masa depan.

Batik tidak sekadar tampil sebagai elemen visual, tetapi menjadi simbol identitas, memori, sekaligus penghubung antara masa lalu dan masa depan.

Sutradara Upie Guava menyebut pendekatan cerita sengaja dibuat lebih membumi agar dekat dengan penonton.

"Di tengah cerita luar angkasa, kami ingin penonton tetap merasakan kedekatan emosi—tentang keluarga, tentang rumah, dan tentang budaya yang tidak pernah hilang," jelasnya, Senin (23/3/2026).

Perjalanan Pelangi semakin kuat dengan hadirnya karakter Robot Sulil yang diperankan Dimitri Arditya. Karakter ini tidak hanya menjadi sahabat, tetapi juga pelindung yang memperkaya dinamika petualangan.

Antusiasme penonton anak-anak pun terlihat dalam penayangan film ini. Willy, salah satu penonton anak-anak yang hadir pada Senin (23/3/2026), mengaku sangat terinspirasi setelah menyaksikan film tersebut.

"Seru sekali, aku jadi ingin jadi astronot dan bisa ke luar angkasa seperti Pelangi," ujarnya polos.

Hal senada disampaikan Grace, penonton anak-anak lainnya, yang mengaku terharu dengan kisah dalam film tersebut.

"Aku suka karena ada ibunya Pelangi, jadi ingat sama mama di rumah," katanya.

Lebih dari sekadar film fiksi ilmiah, Pelangi Mars menjelma sebagai refleksi kehidupan. Film ini menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, nilai keluarga, budaya, dan kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama.

Melalui film ini, Upie Guava berharap anak-anak Indonesia berani bermimpi lebih tinggi.

"Film ini ingin memotivasi anak-anak untuk menghayal lebih jauh—menjadi astronot, saintis, bahkan memimpin dunia dari Indonesia," ungkapnya.

Produser, Dendi Reynando juga berharap film ini mampu menumbuhkan imajinasi sekaligus keberanian generasi muda dalam meraih cita-cita besar.

Dengan balutan cerita yang hangat dan penuh makna, Pelangi Mars tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan—mengajak penonton untuk tetap berpijak pada nilai keluarga dan budaya, sembari berani menatap masa depan.***

Terkini