www.beritaintermezo.com
20:18 WIB - Lantik Sebagai Sekdakab, H Fauzi Efrizal Diminta Mampu Memberikan Warna Baru | 20:13 WIB - Eddy Yatim Minta Kasatpol PP Perkuat Koordinasi Dengan Bapenda | 20:10 WIB - M Adil-Syamsuar Berdamai? Diwarnai Potong Tumpeng | 16:07 WIB - Kunker Ke Mapolsek Kuntodarussalam, Ny Dinda Pangucap : Batasi Bermedsos   | 09:36 WIB - Pelayanan Prima Rumah Sakit Tandun PTPN V Diganjar Akreditasi Bintang Lima Paripurna | 08:29 WIB - Kadiskominfotik Rohil : Tahap Awal Kita Pasang 600 Titik
Kiat Berdayakan Muatan Lokal, Dewan Pendidikan Riau FGD dan Studi Banding ke Yogyakarta
Kamis, 08-12-2022 - 11:18:58 WIB

TERKAIT:
   
 

Yogyakarta (Beritaintermezo.com)-Guna mengoptimalkan tugas, fungsi dan perannya, Dewan Pendidikan Provinsi Riau (DPPR) melakukan studi banding dan Focus Group Discution (FGD) ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY) 6-8 Desember 2022. Kegiatan ini dijalani 12 anggota DPPR yang baru saja dikukuhkan Gubernur Riau H Syamsuar bulan lalu. Turut juga mendampingi beberapa staf di Dinas Pendidikan Riau.
    
Anjangsana ini mendapatkan apresiasi kepada dinas dan kepala bidang di lingkungan Pemprov DIY, terutama adanya keinginan Dewan Pendidikan Riau untuk fokus mengangkat muatan budaya lokal menjadi acuan di semua tingkatan satuan pendidikan. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan DIY Dr R Suci Rohmadi MIP menguraikan tentang komitmen Dikpora untuk kontinyu dalam menjalankan program prioritas. ‘

"Sedikit ada epat prioritas kami yaitu Akses untuk Sekolah bagi setiap anak,  Peningkatan Mutu, Relevansi Pendidikan terhadap dunia kerja, dan Tata Kelola Pendidikan. Ini memang masalahnya sangat kompleks dan ruang lingkupnya sangat luas. Tapi kami terus berupaya untuk optimal, tentu saja dengan evaluasi-evaluasi yang terus berjalan," katanya.

"Terlebih lagi Yogyakarta ini memiliki filosofi sejarah. Jadi banyak hal yang harus disosialisasikan secara terus menerus. Begitu juga banyak orang yang berkunjung dan belajar. Jadi mereka harus paham bagaimana menjadi budaya Yogya dan kehidupan masyarakat Yogya," tambahnya lagi.
    
Dalam FGD dengan Dewan Pendidikan Provinsi DIY misalnya dipelajari tentang program-program prioritas yang dirancang dan sedang digiatkan lembaga ini.

"Dewan Pendidikan ini memiliki peran yang strategis. Kami kini sedang fokus dengan ide gubernur yang sudah ada beberapa tahun lalu ini, untuk selalu disosialisasikan kepada masyarakat dan orang yang datang ke Yogya. Nama programnya Pendidikan Khas Keyogyaaan (PKJ). Muatan lokal ini, tidak hanya ditujukan hanya utk SMA dan SMK saja, tapi mengikut sertakan semua satuan pendidikan di Yogya, mulai dari TK hingga perguruan tinggi," sebut Prof Sumitro Wibowo dalam sesi FGD ini. Dia menambahkan, selain itu, Dewan Pendidikan Yogyakarta juga diberikan keleluasaan untuk merancang program kerja yang menjadi inisiatif selain fokus progam utama itu.

 "Ide dan gagasan Dewan Pendidikan terhadap program kerja tahunan juga mendapatkan perhatian dinas terkait. Bahkan ada juga yang lintas dinas dan stakeholder terkait," lanjutnya.
    
Delegasi Dewan Pendidikan Riau yang dipimpin oleh Dr Junaidi ini, juga berbagi pengalaman dalam pelaksanaan muatan lokal di Riau. ‘

"Riau sudah memiliki Perda khusus soal muatan lokal. Namanya Budaya Melayu Riau atau BMR, ini sudah mulai digiatkan dalam setiap tingkatan belajar dan menjadi mata pelajaran khusus. Tapi memang upaya ini harus terus dioptimalkan setiap waktunya, termasuk ketersediaan guru yang paham soal itu. Kami ingin belajar dalam upaya itu," sebut Junaidi yang juga Rektor Unilak ini.

Lebih jauh dia juga mengatakan, saat ini Dewan Pendidikan Riau juga ingin menguatkan bagian-bagian lain yang bisa menjadi solusi terhadap beberapa persoalan yang muncul dalam dunia pendidikan di Riau seperti PPDB, sekolah berprestasi.

"Kami bersyukur dalam FGD ini banyak masukan, saran, cara dan pengalaman yang bisa diperoleh," tambahnya lagi.

Anjangsana ini juga menjadi perhatian serius dari beberapa anggota Dewan Pendidikan Riau lainnya. Dr Masyhuri SPi MSi misalnya menyebut dalam studi banding ini juga bisa didalami soal cara komunikasi dan koordinasi Pemprov DIY dan Dewan Pendidikan untuk mensosialisasikan program kepada masyarakat luas.

"Cara dan kiat ini yang nanti akan kita optimalkan di Riau. Walaupun kita punya cara tersediri dalam menjalankan muatan lokal BMR di Riau, namun cara-cara dan kemasan yang ada di Yogyakarta ini bisa menyempurnakan yang sudah ada. Sehingga komunikasi dan tujuan bisa tercapai maksimal," sebut Masyhuri yang juga doktor tamatan UGM ini.***



 
Berita Lainnya :
  • Kiat Berdayakan Muatan Lokal, Dewan Pendidikan Riau FGD dan Studi Banding ke Yogyakarta
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica