www.beritaintermezo.com
21:49 WIB - Isi Kegiatan Dihari Libur, Bupati Datangi Rumah ODGJ | 21:44 WIB - SD Global Andalan Terapkan Berbagai Metode Pembelajaran Selama Pandemi COVID-19 | 12:12 WIB - DPR Soroti Kontroversi POP dan Anggarannya | 12:03 WIB - Hikmah Pandemi, Peserta Kurban di Riau Kompleks Meningkat | 11:59 WIB - DMI Dan SMSI Dorong Belajar Daring Fungsikan Masjid Hadapi Covid-19 | 11:56 WIB - DPRD Riau Sembelih 8 Ekor Sapi Qurban
Didominasi Kaum Ibu, Forum Masyarakat Peduli Covid 19 "Geruduk" DPRD Meranti
Senin, 29-06-2020 - 16:41:25 WIB

TERKAIT:
 
  • Didominasi Kaum Ibu, Forum Masyarakat Peduli Covid 19 "Geruduk" DPRD Meranti
  •  

    Meranti (Beritaintermezo.com)-Kembali terjadi unjuk rasa dikantor DPRD Kepulauan  Meranti, senin 29/06/2020. Aksi damai ini dilakukan oleh Forum Masyarakat Peduli Covid 19 (FMPC). Aksi damai  didominasi kaum ibu,, dijaga ketat aparat kepolisian dan Satpol PP. 

    Nurhidayat A. Md. Kom,  sebagai koordinator lapangan Forum Masyarakat Peduli Covid 19 (FMPC) dalam orasinya menyampaikan bahwa Forum Masyarakat Peduli Covid-19 (FMPC) Kabupaten Kepulauan Meranti  
    menjunjung tinggi hak berdemokrasi setiap warga Indonesia untuk menyampaikan pendapat,  
    sebagaimana yang tertuang dalam UU no.9 tahun 1998 tentang mengemukakan pendapat  
    dimuka umum.

    Namun harus mengedepankan asas kebenaran sesuai fakta dan Data. 
    Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu, pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2020  
    bertempat digedung DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti ada sekelompok organisasi  
    mengatas namakan Forum Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (FALMA) Kabupaten  
    Kepulauan Meranti menyampaikan kekecewaan mereka terhadap tim gugus tugas penanganan  
    covid-19 yang di ketuai Bupati  Meranti.

    Mereka menyampaikan 
    dan melemparkan isu dengan tudingan bahwa dalam pelaksanaan penanganan covid-19 tidak  
    ada ketransfaranan anggaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut.

    "Maka dari itu kami 
    mengatas namakan Forum Masyarakat Peduli Covid-19 (FMPC) Kabupaten Kepulauan  
    Meranti beranggapan tudingan yang diarahkan oleh FALMA kurang tepat, karena tim gugus  
    tugas penanganan covid-19 masih dalam tahap perkerjan dan belum selesai," Ujarnya.
     
    FMPC juga mengecam kelompok yang mengatas namakan masyarakat  
    Kepulauan Meranti tersebut memiliki motif tertentu dengan menuding beberapa pejabat  
    pemerintah Kepulauan Meranti dalam penyalahgunaan anggaran covid-19.

    Dikatakan Nurhidayat, 
    Kelompok tersebut telah menyudutkan dan menghambat kinerja beberapa oknum pejabat,  Organisasi Perangkat Daerah Padahal  seluruh kegiatan dan penganggaran Biaya 
    Tak Terduga (BTT) masih parsial, yang mana semulanya 36 M menjadi 77.5 M tersebut 
    belum direalisasikan secara keseluruhan, dan tidak sesuai dengan Progres yang dilaksanakan 
    pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19,

    Saat ini tim gugus tugas penanganan  
    covid-19 masih dalam proses kegiatan dan belum sampai kepada tahapan LPJ. Sehingga  
    perlunya dukungan dan support dari seluruh elemen masyarakat kepada pemerintah daerah, 
    untuk tetap fokus dalam mencengah pandemi covid-19, agar kita selamat dari bahaya wabah 
    yang mendunia ini.
     
    Pencegahan dan penanganan wabah ini lebih penting dari segalanya, dan 
    oleh sebab itu kami memberikan Reward kepada pemerintah daerah kepulauan meranti atas  
    dedikasi petugas gugus tugas covid-19 yang telah mampu mengembalikan kabupaten 
    kepulauan meranti menjadi daerah zona hijau.
     
    Maka dengan ini, kami menyatakan sikap :
     
    1. Menghentikan semua aksi massa yang menggiring opini publik dengan pemberitaan  
    Hoax yang tidak bernilai Data Autentik dan tidak memahami Mekanisme penganggaran  
    dalam pencegahan covid-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti.
     
    2. Menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memfilter/menyaring berita yang

    telah disebarkan oleh FALMA, karna tidak memberikan rujukan dan sumber informasi  
    yang terpercaya.
     
    3. Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan pemberitaan 

    dari sekelompok massa maupun lembaga yang memiliki motif kepentingan tertentu tanpa 

    merujuk kepada sumber dan informasi terpercaya.
     
    4. Mendesak DPRD kabupaten Kepulauan meranti untuk lebih proaktif dan komunikatif 
    dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai anggota DPRD Kabupaten  
    Kepulauan Meranti.
     
    5. Mendukung pemerintah kabupaten kepulauan meranti, tim gugus tugas penanganan 
    covid-19 untuk tetap fokus berkerja dalam upaya pencegahan pandemi covid-19 menuju
    kabupaten kepulauan meranti new normal.


    Setelah mereka menyampaikan asfirasi mereka secara tertulis kepada anggota DPRD/Dedi Yuhara Lubis didampingi Sekwan Kab Kep Meranti.  Para pangunjuk rasa membubarkan diri.
    Dalam unjuk rasa tersebut situasi dalam keadaan aman.***(karim)



     
    Berita Lainnya :
  • Didominasi Kaum Ibu, Forum Masyarakat Peduli Covid 19 "Geruduk" DPRD Meranti
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    4 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    5 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    6 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    7 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    8 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica