Meranti (BIC)-Program swakelola yang dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Program tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan warga, khususnya pembangunan jalan lingkungan yang selama ini banyak belum tersentuh.
Tokoh masyarakat Meranti, Amir Hasan, menilai program swakelola menjadi solusi efektif karena mampu menjangkau jalan-jalan lingkungan yang sebelumnya sulit terakomodasi melalui usulan Musrenbang RT/RW maupun pokok pikiran (pokir) DPRD.
"Jujur saja, tidak semua jalan lingkungan bisa terakomodir lewat usulan RT atau pokir dewan. Dengan adanya swakelola PUPR kemarin, hampir semua jalan lingkungan di Meranti bisa terkaper. Masyarakat sangat terbantu," ujar Amir Hasan, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat karena pengerjaan dilakukan langsung menyentuh kebutuhan warga di lapangan.
Hal senada disampaikan Asril, warga Banglas Gang Ampera. Ia mengaku kondisi jalan di lingkungan tempat tinggalnya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
"Dulu becek kalau hujan. Sekarang sudah bagus. Kami berterima kasih sama PUPR," ujarnya.
Program swakelola dinilai tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat karena pelaksanaannya melibatkan warga setempat.
Meski demikian, masyarakat berharap program tersebut dapat kembali dilanjutkan. Pasalnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan lingkungan yang belum tersentuh pembangunan dan kondisinya masih rusak.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggulirkan program swakelola agar seluruh jalan lingkungan dapat diperbaiki secara merata.
"Masyarakat berharap program ini bisa berjalan lagi seperti dulu. Tujuannya agar semua jalan lingkungan di Meranti bisa dikerjakan semua, sehingga Meranti benar-benar menjadi cerminan kota dengan jalan yang tertata dan tidak ada lagi yang rusak," harap warga.
Program swakelola sendiri merupakan pola pembangunan yang dilaksanakan langsung instansi pemerintah dengan melibatkan masyarakat setempat. Selain dinilai lebih cepat, program tersebut juga dianggap lebih tepat sasaran karena menyesuaikan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.***(karim)