Blackout Sumatera Belum Pulih, Re-LUN Kritik Keras Kinerja PLN dan Desak Evaluasi Total

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:39:17 WIB

Meranti (BIS)-Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Pulau Sumatera sejak Jumat malam (22/5/2026) menuai kritik tajam terhadap PT PLN (Persero). Hingga Sabtu (23/5/2026), atau lebih dari 12 jam pascakejadian, pemulihan sistem kelistrikan khususnya di wilayah Sumatera Utara dilaporkan belum sepenuhnya normal.

Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan berbagai klaim keberhasilan dan keandalan sistem kelistrikan yang selama ini digaungkan PLN di berbagai media.

Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira, menilai lambannya pemulihan listrik menjadi bukti lemahnya penanganan krisis di tubuh PLN, terutama di wilayah Sumatera Utara.

"Ini membuktikan memang General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut tidak bisa kerja. Buktinya, tidak mampu menuntaskan krisis listrik yang terjadi," kata Yudhistira saat dihubungi, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PLN, termasuk melakukan penyegaran di jajaran direksi maupun pejabat daerah.

Yudhistira juga menyoroti kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang dinilai gagal mewujudkan sistem kelistrikan yang benar-benar andal.

"Berulang kali saya sudah teriak, pecat Darmawan Prasodjo. Kami yakin blackout ini tidak terlepas dari banyaknya praktik kotor di PLN. Begitu juga jajarannya harus segera diganti, termasuk GM PLN UID Sumut," tegasnya.

Selain persoalan teknis, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online sekaligus Ketua Umum Forum Masyarakat Pemantau Negara itu turut mengkritik pola komunikasi PLN yang dinilai tertutup terhadap masyarakat dan media.

Menurutnya, PLN sebagai perusahaan negara yang memonopoli layanan kelistrikan nasional seharusnya menghadirkan pejabat yang terbuka, komunikatif dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan saat krisis berlangsung.

"Pelanggan butuh kepastian kapan listrik kembali normal, bukan hanya pemberitahuan sepihak. Tapi yang terjadi justru terkesan feodal dan tertutup terhadap masyarakat," ujarnya.

Yudhistira menegaskan, apabila blackout di Sumatera Utara terus berulang dan tidak segera ditangani serius, Re-LUN akan mengerahkan massa untuk menggelar aksi besar-besaran di kantor PLN Pusat maupun PLN UID Sumut.

"Rakyat sudah lelah dibohongi dengan narasi listrik andal. Jika situasi tidak cepat pulih, kami akan turun ke jalan," pungkasnya.***(karim)

Terkini