Pekanbaru (BIC)-Pemerintah Provinsi Riau melakukan mutasi besar-besaran terhadap pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Riau sebagai langkah pembenahan birokrasi pascamencuatnya persoalan dugaan perjalanan dinas atau SPPD fiktif. Pada tahap awal, sebanyak 132 aparatur sipil negara (ASN) mulai dipindahkan dan langsung aktif bekerja di tempat baru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan total sumber daya manusia di lingkungan Sekretariat DPRD Riau guna memperkuat tata kelola birokrasi, meningkatkan disiplin, serta mencegah persoalan serupa kembali terulang.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menegaskan, mutasi bukan sekadar perpindahan administratif, melainkan bagian dari pembinaan dan pembenahan internal organisasi.
"Pegawai yang masuk kita minta segera cepat belajar, menjadi energi baru, dan membawa semangat positif untuk pelayanan, khususnya kepada kedewanan di DPRD. Kita ingin ada semangat baru di kinerja Setwan DPRD," ujar Syahrial Abdi di Pekanbaru, Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan, penataan ASN dilakukan agar kesalahan dan persoalan lama di lingkungan Sekretariat DPRD Riau tidak kembali terjadi. Karena itu, seluruh pegawai diminta memahami mutasi sebagai upaya perbaikan sistem kerja dan penguatan integritas birokrasi.
"Tujuan mutasi ini agar kesalahan tidak berulang. Seluruh ASN harus menyadari hal tersebut dan meningkatkan tanggung jawabnya ke depan," tegasnya.
Pemprov Riau mencatat total pegawai yang dimutasi keluar dari Sekretariat DPRD Riau mencapai 307 orang dan jumlah pegawai pengganti yang masuk juga sebanyak 307 orang. Namun pelaksanaan dilakukan secara bertahap agar proses administrasi dan adaptasi berjalan tertib.
"Hari ini baru 132 orang yang dihadirkan karena prosesnya dilakukan bertahap. Mereka juga sudah langsung mulai masuk kantor," jelasnya.
Mutasi massal ini sekaligus menjadi sinyal tegas Pemprov Riau dalam memperbaiki tata kelola birokrasi di lingkungan Sekretariat DPRD Riau. ASN diminta bekerja lebih disiplin, profesional, dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Syahrial juga mengingatkan seluruh pegawai agar tidak khawatir menghadapi perubahan penugasan. Menurutnya, mutasi merupakan dinamika birokrasi yang harus dijalani secara profesional dan penuh tanggung jawab.
"Saya harap tidak perlu khawatir, karena rezeki itu dari Allah SWT. Bekerjalah dengan baik, mudah-mudahan akan mendapatkan kebaikan pula," pungkasnya.***