SMSI Riau Siapkan Media Siber Hadapi Era New Media dan AI

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:35:31 WIB

Pekanbaru (BIC)-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau menggelar workshop transformasi media digital untuk membekali pengelola media siber menghadapi perubahan besar industri pers yang kini memasuki era New Media dan kecerdasan buatan (AI).

Ketua SMSI Riau, Luna Agustin, mengatakan transformasi dari media online konvensional menuju media baru telah menciptakan lanskap bisnis yang berbeda. Kondisi itu menuntut perusahaan media tidak lagi hanya bergantung pada pendapatan iklan banner, advertorial, maupun galeri.

“Posisi media online konvensional di tengah transformasi ini akan kita bahas bersama para pakar yang berpengalaman di bidangnya,” kata Luna, Rabu (17/6/2026).

Workshop tersebut menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia media di lingkungan SMSI Riau. Organisasi yang beranggotakan lebih dari 100 pemilik media online itu ingin membuka wawasan anggotanya terhadap berbagai peluang pendapatan baru di era digital.

Menurut Luna, kehadiran AI telah mengubah banyak aspek dalam dunia jurnalistik. Karena itu, perusahaan media perlu memahami teknologi tersebut secara profesional tanpa meninggalkan prinsip dan kode etik jurnalistik.

Ketua Panitia Workshop dan FGD, Dara Fitria, menjelaskan kegiatan itu menghadirkan tiga narasumber dari bidang transformasi digital, media siber, dan kecerdasan buatan. Mereka adalah Wakil Ketua Umum SMSI Pusat sekaligus Co-Founder dan CEO Props, Ilona Juwita, praktisi media digital Zabur Anjasfianto, serta Syam Irfandi yang akan berbagi pengalaman mengenai jurnalisme berbasis AI.

Para narasumber akan membahas tantangan dan peluang media siber di era AI, mulai dari transformasi ruang redaksi, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam produksi berita, hingga strategi mengembangkan model bisnis media baru yang berkelanjutan.

SMSI Riau berharap workshop ini melahirkan insan pers yang lebih adaptif dan inovatif, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab untuk menjaga kualitas dan profesionalisme jurnalisme di tengah disrupsi teknologi yang terus berkembang.***

Terkini