SMSI Riau Dorong Media Siber Adaptif Hadapi Era AI dan Perubahan Audiens

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:34:04 WIB

Batam (BIC)-Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau mendorong insan pers dan perusahaan media siber beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta perubahan perilaku audiens yang kini semakin dominan mengakses informasi melalui media sosial.

Pesan itu mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) dan Workshop Artificial Intelligence yang digelar SMSI Riau di Batam, Kepulauan Riau, pada 17-19 Juni 2026. Kegiatan diikuti 31 pengurus dan anggota SMSI Riau dengan menghadirkan Wakil Ketua Umum SMSI Pusat sekaligus Co-Founder dan CEO Props, Ilona Juwita, praktisi media digital Zabur Anjasfianto, serta jurnalis Syam Irfandi.

Ketua SMSI Riau, Luna Agustin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi anggota untuk memahami perkembangan teknologi yang terus mengubah lanskap industri media.

“Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Kegiatan ini menjadi momentum meningkatkan kapasitas dan pemahaman terhadap berbagai inovasi digital,” kata Luna saat membuka acara.

Menurut Zabur Anjasfianto, AI bukan ancaman bagi jurnalis, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas kerja di ruang redaksi. Media, kata dia, harus mampu memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.

“AI membantu pekerjaan media, bukan menggantikan pekerjaan media,” ujarnya.

Ia menilai tantangan terbesar media saat ini bukan hanya menghasilkan berita berkualitas, tetapi juga menjangkau audiens yang telah berpindah ke berbagai platform digital.

“Media yang bertahan bukan yang paling besar, tetapi yang paling cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku audiens,” katanya.

Dalam sesi jurnalisme AI, Syam Irfandi mengingatkan penggunaan AI tetap memerlukan verifikasi dan penyuntingan manusia. Produk yang dihasilkan AI tidak dapat langsung dipublikasikan tanpa proses pengecekan fakta dan akurasi.

Menurutnya, keunggulan utama jurnalis tetap terletak pada kemampuan menggali informasi langsung melalui wawancara dan kerja lapangan, sesuatu yang tidak dapat dilakukan AI.

Sementara itu, Ilona Juwita menekankan pentingnya membangun ekosistem media yang terintegrasi dengan media sosial. Potensi besar jaringan SMSI di seluruh Indonesia dinilai dapat menjadi kekuatan baru untuk memperluas distribusi konten sekaligus meningkatkan pendapatan media.

Ia mendorong setiap media siber anggota SMSI memperkuat kehadiran di berbagai platform digital agar tetap relevan dan mampu bertahan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

Workshop tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas media siber di Riau dalam memanfaatkan AI dan media sosial sebagai instrumen pengembangan bisnis media serta peningkatan kesejahteraan insan pers.***

Terkini