Kuansing (BIC)-Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XLIV Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6) malam. Kehadiran Asmar menjadi bentuk dukungan terhadap Kafilah Kepulauan Meranti yang berlaga pada 11 cabang perlombaan.
MTQ dibuka Menteri Agama Nasaruddin Umar melalui tayangan video, dilanjutkan penekanan tombol pembukaan bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua Dewan Pengawas Nasional Dewan Hakim Helmi Nasaruddin Umar, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby, Forkopimda, LPTQ Riau, serta para bupati dan wali kota se-Riau.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan MTQ tidak hanya menjadi syiar Islam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sinergi dengan agenda budaya Pacu Jalur. Ia berharap MTQ melahirkan qari dan qariah terbaik untuk memperkuat Kafilah Riau pada MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah.
Bupati Asmar mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah yang sukses menggelar pembukaan MTQ. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun sumber daya manusia yang berakhlak Qurani.
"Kami berharap seluruh peserta Kepulauan Meranti tampil maksimal dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Riau," ujar Asmar.
Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby mengatakan tema Siang Bapacu, Malam Mengaji menggambarkan keseimbangan antara budaya dan nilai-nilai Islam. Kolaborasi MTQ dengan Pacu Jalur diharapkan memperkuat syiar Al-Qur'an sekaligus melestarikan budaya Melayu.
Kepulauan Meranti mengirimkan 64 peserta yang akan bertanding pada 11 cabang, meliputi Seni Baca Al-Qur'an, Qiraat, Hafalan Al-Qur'an, Tafsir, Fahm, Syarh, Kaligrafi, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an, Hafalan Hadis, Karya Tulis Ilmiah Hadis, dan Barzanji.
MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau berlangsung hingga 3 Juli 2026. Selain menjadi ajang pembinaan dan seleksi kafilah, kegiatan ini diharapkan memperkuat syiar Islam, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta melestarikan budaya Melayu Islami.***(karim)