Nasib Masyarakat Pesisir Meranti Bergantung pada Panglong Arang

Senin, 29 Juni 2026 | 14:50:23 WIB

Meranti (Sangkala.id)-Tradisi mencari kayu bakau telah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pesisir di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, sejak ratusan tahun silam. Kayu hasil tebangan dari areal yang memiliki izin dimanfaatkan untuk bahan baku panglong arang, cerocok rumah, tiang bangunan, hingga kayu bakar.

Tokoh masyarakat Meranti, Amir Hasan, Senin (29/6/2026), mengatakan mencari bakau menjadi mata pencaharian utama warga pesisir. Aktivitas itu dilakukan hampir setiap hari, bergantung pada cuaca dan kondisi fisik.

"Hasil hutan mangrove menghidupi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anak sejak dulu," ujarnya.

Amir menjelaskan, demi menjaga kelestarian mangrove, para pengusaha panglong arang membentuk Koperasi Silva sejak puluhan tahun lalu, jauh sebelum Kabupaten Kepulauan Meranti dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis.

Seluruh aktivitas usaha, mulai izin panglong hingga pengelolaan bahan baku, dijalankan sesuai ketentuan pemerintah. Anggota koperasi juga memiliki kewajiban menanam kembali mangrove setelah penebangan.

Namun dalam dua hingga tiga tahun terakhir, muncul kilang arang yang diduga menggunakan kayu bakau hasil penebangan ilegal. Sejumlah kasus bahkan berujung pada penindakan aparat penegak hukum.

Dampaknya, sebanyak 52 panglong arang di bawah naungan Koperasi Silva ikut berhenti beroperasi. Ribuan kepala keluarga kehilangan pekerjaan, mulai dari pekerja dapur arang hingga penebang bakau di areal Hutan Tanaman Rakyat (HTR).

Kepala UPT KPH Tebing Tinggi, Apidian Suherdianta, sebelumnya menyebut legalitas pengelolaan HTR di kawasan tersebut hanya dimiliki Koperasi Silva. Kondisi itu, menurut Amir, memunculkan pertanyaan terkait keberadaan aktivitas yang diduga menggunakan bahan baku ilegal.

Nasib serupa dialami Uren, warga Desa Gogok, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Penebang bakau di areal HTR Koperasi Silva itu kini kehilangan pekerjaan setelah panglong arang tutup. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia beralih mencari siput di kawasan pesisir.***(karim)

Terkini