Pelatihan Juru Las Buka Jalan Kerja Pemuda Ring 1 BSP

Rabu, 30 September 2026 | 11:32:29 WIB

Siak (BIC)-Sepuluh pemuda dari desa sekitar wilayah operasional PT Bumi Siak Pusako (BSP) kini mengantongi keterampilan pengelasan dan sertifikasi sebagai modal memasuki dunia kerja.

Mereka menuntaskan Pelatihan Juru Las 3F SMAW yang digelar PT BSP bersama SKK Migas Sumbagut dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Siak. Pelatihan berlangsung 31 Agustus–28 September 2026 dan ditutup Senin (28/9).

Peserta berasal dari desa Ring 1 BSP, yakni Muhammad Halim Kusuma dan Muhammad Iswardi dari Rempak; Muhammad Hafiz, Bayu Handika, Muhammad Hamdi dan Dinu Risky Firansyah dari Kasikan; Fitra Mahendra dan Alhadi Firmansyah dari Teluk Masjid; serta Junaiva Saputra dan Ridho Fahroni dari Dusun Pusako.

Selain teknik pengelasan, peserta mendapat materi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Halim, salah satu peserta, berharap sertifikasi tersebut membuka peluang kerja sebagai welder.

"Semoga setelah pelatihan dan sertifikasi ini saya dapat dengan cepat mendapatkan peluang kerja sebagai welder yang terampil," kata Halim.

Kepala BLK Kabupaten Siak Abdul Malik mengatakan peserta memperoleh sertifikat BLK Siak serta sertifikasi BNSP melalui lembaga resmi nasional. Nama mereka juga dimasukkan dalam grup informasi lowongan kerja BLK Siak.

"Pelatihan ini diharapkan melahirkan SDM dengan keahlian khusus, memenuhi kebutuhan industri dan mengurangi pengangguran melalui terserapnya tenaga kerja lokal," ujar Malik.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison menekankan pelatihan tidak berhenti pada sertifikat. Peserta dituntut mampu menerapkan keterampilan pengelasan dengan mengutamakan keselamatan kerja.

SKK Migas mendorong program tersebut berlanjut dan ditingkatkan dari level 3F menuju 3G untuk memperkuat kompetensi peserta.

Team Manager Community Development PT BSP Tengku Muchlis mengatakan pelatihan merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat bagi desa Ring 1. Menurut dia, keterampilan dan keselamatan kerja harus berjalan beriringan.

"Keamanan serta keselamatan menjadi prioritas utama yang harus ditanamkan dalam pribadi setiap peserta," katanya.

BSP berharap program serupa berlanjut setiap tahun dan berkembang ke pelatihan pengelasan tingkat 3G. Bagi para peserta, pelatihan sebulan itu menjadi bekal baru untuk membuka jalan menuju pasar kerja.***

Terkini