Pekanbaru (BIC)-Provinsi Riau menutup rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, dengan menempati peringkat kedelapan nasional. Kafilah Riau mengumpulkan 35 poin dalam ajang yang resmi berakhir Sabtu (19/9/2026).
Capaian tersebut menjadi buah perjuangan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, pelatih, pembina, official dan seluruh unsur pendukung yang membawa nama Riau di panggung nasional.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Muliardi, mengapresiasi perjuangan seluruh kafilah. Ia menilai capaian delapan besar nasional menjadi hasil dari kerja keras, disiplin dan persiapan panjang.
"Alhamdulillah, kita bersyukur atas capaian kafilah Provinsi Riau yang berhasil masuk delapan besar nasional dengan raihan 35 poin. Ini merupakan hasil dari kerja keras, doa, kedisiplinan serta perjuangan seluruh kafilah, pelatih, pembina, official dan semua pihak yang memberikan dukungan," ujar Muliardi.
Menurutnya, capaian MTQN tidak hanya dilihat dari posisi klasemen. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan generasi Qur’ani di Riau.
Muliardi meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan jajaran pembina melakukan evaluasi menyeluruh. Hasil MTQN XXXI diharapkan menjadi pijakan memperkuat pembinaan menuju MTQ Nasional XXXII 2027 di DKI Jakarta.
Estafet penyelenggaraan MTQ Nasional turut bergulir ke DKI Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan mandat tuan rumah MTQ Nasional XXXII kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pada penutupan di Semarang.
* Madrasah Riau Bersinar di OSN 2026
Di bidang pendidikan, prestasi nasional juga datang dari peserta didik Riau dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.
Riau menempati peringkat ketujuh nasional. Pada jenjang pendidikan menengah, Riau meraih 1 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Sedangkan jenjang pendidikan dasar menyumbangkan 2 emas, 2 perak dan 6 perunggu.
Dari MAN 2 Pekanbaru, Dean Alvano Zaghlul meraih emas Astronomi. Muhammad Faruq Alvarino meraih perak Ekonomi, Daivo Zuroh Pranoto meraih perunggu Kebumian dan Rhazes Ibra Adh Daffa memperoleh Honorable Mention bidang Biologi.
Dari MAN 1 Pekanbaru, Afiq Khazindar Raiyan meraih perak Informatika. Bramzani Muhammad Mulya A. mendapat penghargaan The Best Business Case bidang Ekonomi.
Sementara dari MAN Insan Cendekia Siak, Ahmad Fauzan dan Yogas Pratama masing-masing meraih medali perak bidang Ekonomi dan Geografi.
Muliardi menyebut capaian tersebut menunjukkan madrasah di Riau mampu bersaing dalam kompetisi akademik tingkat nasional.
"Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi madrasah lainnya di Riau untuk terus memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan potensi dan bakatnya," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada guru, pembina, kepala madrasah dan orang tua yang mendampingi para siswa hingga mencapai prestasi nasional.
* Kafilah Disambut di Pekanbaru
Sehari setelah penutupan MTQN, kepulangan kafilah Riau disambut di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Minggu (20/9/2026).
Plt Gubernur Riau yang diwakili Plt Kepala Biro Kesra Setdaprov Riau, Yan Dharmadi, hadir menyambut kedatangan rombongan.
Ia mengapresiasi seluruh peserta, pelatih, pendamping dan official yang telah menjalani proses panjang sejak training center hingga tampil di Semarang.
"Alhamdulillah, Kafilah Riau berhasil berada di posisi kedelapan nasional. Ini tentu merupakan hasil dari kerja keras dan perjuangan bersama," ujarnya.
Yan berharap pengalaman dari MTQN XXXI menjadi bekal memperbaiki persiapan menghadapi MTQ Nasional 2027 di DKI Jakarta.
"Kita berharap semangat ini terus dijaga. Untuk MTQ Nasional tahun depan, mari kita persiapkan diri lebih baik, terus berlatih dan meningkatkan prestasi," katanya.
Dua panggung nasional—MTQN dan OSN 2026—sama-sama menjadi catatan penting bagi Riau. Satu menguatkan pembinaan generasi Qur’ani, lainnya menunjukkan daya saing akademik siswa madrasah di tingkat nasional.***