www.beritaintermezo.com
15:21 WIB - Bupati Nikson Nababan Bangga Taput Dipilih SMSI Tujuan Ekspedisi Geopark Kaldera Toba HPN 2023 | 15:13 WIB - Gubri Serahkan Ratusan Wakaf Al-Quran di MAN 1 Pekanbaru | 10:32 WIB - PTPN V Targetkan Integrasi Penuh Digitalisasi E-Plantation 2023 | 20:52 WIB - Terapkan BLUD di Puskesmas, Petugas Sejahtera Masyarakat Sehat | 11:38 WIB - Satpol PP Lakukan Patroli Rutin Dimalam Hari | 14:12 WIB - Lima Tim PTPN V Adu Inovasi Planters Innovation Summit 2022
Ferdy Sambo Bebas, Publik Tak Percaya Lagi Polri
Senin, 19-09-2022 - 07:18:16 WIB

TERKAIT:
   
 

Jakarta (Beritaintermezo.com)-Jika Ferdy Sambo divonis bebas atas kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofryansyah Yosua Hutabarat, maka publik tidak percaya lagi dengan Kepolisian Republik Indonesia.


Hal itu dikatakan penasehat Ahli Kapolri Jenderal Listyo Sigit Muradi, Minggu (18/9/2022) sebagaimana dilansir merdeka.com.

"Kalau saya bukan orang hukum, tapi saya bilang alurnya itu dia sudah mengakui penembakana. Kalau itu saja minimal 15 tahun, apalagi misalnya merencanakan pembunuhan sejak dari Magelang, bisa bertambah lagi," ujarnya.

Ditambah lagi kata dia, ada upaya perusakana barang bukti. Minimal Sambo menurut dia akan dihukum 20 tahun.

"Jadi kalau pun sampai bebas itu sanga beresiko buat internal polri," katanya.

Salah satu resiko yang dia maksud apabila mantan Kadiv Propam polri itu bebas yakni, publik tidak akan percaya lagi dengan terhadap Korps Bhayangkara.

"Polri akan tereleminasi dengan publik. Publik jadi antipati kan, tidak semangat, tidak percaya lagi dengan Polri, itu bayaran yang mahal banget kalau pun itu harus dilakukan," ujarnya.

Menurut dia, lebih baik Polri mengorbankan satu orang. Demi organisasi.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi.

Dalang atau otak dibalik pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J ini adalah Ferdy Sambo. Oleh karena itu, ia pun bersama dengan tiga orang tersangka lainnya, Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Sedangkan, untuk Bharada Richard Eliezer sendiri hanya dikenakan Pasal 338 saja.

Meski sudah menjadi tersangka, Putri belum dilakukan penahanan. Sedangkan, Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lalu, untuk Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.***(bic)



 
Berita Lainnya :
  • Ferdy Sambo Bebas, Publik Tak Percaya Lagi Polri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica