Pelalawan (BIC)-Pengerjaan pembangunan jembatan presisi Polri di Kampung Melati, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, telah dimulai Rabu, (28/01/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolsek Pangkalan Kuras, Kompol Rinaldy Parlindungan Situmeang, SH, dan diikuti sejumlah pejabat dan masyarakat setempat.
Jembatan presisi Polri ini terletak di dua lokasi, yaitu: Lingkungan Pasar Kp. Melati Rt 001 Rw 007 Kel. Sorek Satu Kec. Pkl Kuras, dengan koordinat 0°8'2,28''N 102°34'1,526''E.
Jembatan ini memiliki panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 80 cm. Lingkungan Kp. Melati Rt 003 Rw 013 Kel. Sorek Satu Kec. Pkl Kuras, dengan koordinat 0°8'2''N 102°3'41''E. Jembatan ini memiliki panjang 8 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 80 cm.
?
Baca Juga Kapolda Riau : Bupati Siak Ini Mentor Saya Soal Lingkungan
"Pembangunan jembatan presisi Polri ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah ini," kata Kompol Rinaldy.
Kegiatan ini juga dihadiri AKP M. Harris Kanit Samapta Polsek Pangkalan Kuras, Ipda Angel Surya Atmaja, yang memimpin Satgas Darurat Jembatan Polda Riau, serta Tokoh masyarakat, Tokoh adat, dan masyarakat Kampung Melati.
Progres pengerjaan perbaikan/renovasi jembatan hari ini meliputi pembongkaran jembatan lama yang telah rusak, pembersihan alur aliran air Sungai Tahe, pembuatan akses jalan alternatif sementara untuk dilalui masyarakat, dan pembuatan pengalihan pembuangan aliran air Sungai Tahe.
Pengerjaan ini menggunakan 1 (satu) unit Alat Berat Excavator PC 200 merk Hitachi warna kuning. Kegiatan ini diharapkan dapat selesai dalam waktu yang singkat dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Doa Bersama dilakukan agar pembangunan jembatan lancar. Doa bersama dipimpin Sdr. H. Isman Mahayadi, yang memohon agar pembangunan jembatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
"Terima kasih kepada Polri yang telah membantu kami dalam pembangunan jembatan ini. Kami berharap jembatan ini dapat segera selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat," kata M. Haris, Ketua Forum RT/RW.