www.beritaintermezo.com
15:09 WIB - Whistle Blowing System, Komitmen Anti Penyuapan di Blok Rokan | 12:37 WIB - Silaturahmi Dengan Polda Riau, Siap Bersinergi dan Dukung Program PWI Riau | 12:24 WIB - Pastikan Situasi dan Kondusif Pemilu, Danyon Batalyon B Pelopor Sat Brimobda Riau Kunjungi Sekretari | 12:18 WIB - Sinergi RS Awal Bros-Regional 3 PTPN IV PalmCo Hadirkan Jaminan Kesehatan Karyawan Berkualitas | 12:15 WIB - Operator Telekomunikasi Indonesia Hadirkan Tiga Layanan API GSMA Open Gateway Initiative | 21:23 WIB - Peduli Sampah, Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Riau
Pemkab Inhil Harapkan Puskesmas Lacak dan Segera Tangani Bayi Gizi Buruk
Jumat, 13-04-2018 - 07:23:02 WIB
Puskesmas di Kabupaten Indragiri Hilir
TERKAIT:
   
 

Inhil (Beritaintermezo.com)-Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kesehatan mengharapkan kepada Puskesmas agar terus melakukan penanganan dan pelacakan kasus bayi dan anak yang mengalami permasalahan gizi kurang atau gizi buruk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Zainal Arifin menyatakan, masyarakat terus mengunjungi Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan gizi kurang dan gizi buruk.

Bagi masyarakat yang menemukan anak-anak dengan gizi kurang atau gizi buruk, bisa melaporkan dan membawanya ke Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan perbaikan gizi.

"Karena indikator keberhasilan kita adalah semua kasus gizi kurang atau gizi buruk dapat ditangani 100 persen," ungkapnya.

Seperti kasus bayi Natania berusia 1, 4 tahun dengan berat hanya 5,6 kilogram, berdasarkan standar status gizi masuk dalam kategori gizi kurang. Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas Gajah Mada terus melakukan pemantauan status gizi melalui Rumah Pemulihan Gizi (RPG).

Ibu Natania secara aktif telah mengikuti kegiatan di RPG pada hari Kamis setiap pekannya yang dimulai pada tanggal 8 Maret lalu. Natania diberikan biskuit dan ibunya diedukasi mengenai cara pengolahan bahan makanan yang sesuai dengan usia Natania. Kondisi saat ini berat badan bayi Natania sudah meningkat menjadi 6,5 kilogram.

"Di Indonesia saat ini termasuk Kabupaten Inhil pada tema Rakerkeskab beberapa hari yang lalu juga mengangkat masalah Stunting (Kekerdilan). Kita terus melakukan penanganan gizi buruk dan Stunting yang mejadi prioritas kesehatan, walaupun banyak faktor yang berkontribusi terhadap kondisi bayi atau anak dengan Stunting," imbuh.(adv/edy)



 
Berita Lainnya :
  • Pemkab Inhil Harapkan Puskesmas Lacak dan Segera Tangani Bayi Gizi Buruk
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    9 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica