PalmCo Salurkan Rp17,1 Miliar untuk Kesehatan, UMKM, Lingkungan, dan Pemulihan Bencana

PalmCo Salurkan Rp17,1 Miliar untuk Kesehatan, UMKM, Lingkungan, dan Pemulihan Bencana

Jakarta (BIC)-PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah operasionalnya. Hingga semester I 2026, perusahaan mencatat realisasi penyaluran dana TJSL mencapai Rp17,1 miliar.

Program tersebut mencakup penanganan bencana, kesehatan dan penurunan stunting, pemberdayaan UMKM, pelestarian lingkungan, hingga pembangunan sarana masyarakat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan program TJSL diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat langsung sekaligus berdampak jangka panjang.

“Fokus kami bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan memastikan program yang dieksekusi memiliki jejak keberlanjutan untuk membantu memerdekakan masyarakat dari berbagai tantangan sosial,” ujar Jatmiko, Selasa, 18 Agustus 2026.

Dari Bencana hingga Pemulihan Psikologis

Salah satu fokus TJSL PTPN IV PalmCo berada di wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Pada masa tanggap darurat, perusahaan mengerahkan alat berat seperti ekskavator untuk membantu evakuasi dan normalisasi wilayah terdampak.

Perusahaan juga menyediakan lahan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. Di Hapesong, lahan disiapkan pada lima titik. Dua titik sudah ditempati warga, sedangkan tiga titik masih dalam pembangunan.

Di Batang Toru, lahan disiapkan pada satu titik dengan kapasitas 250 unit. Sebanyak 245 kepala keluarga sudah menempati hunian tersebut.

Pemulihan juga menyasar aspek psikologis. PTPN IV PalmCo bersama Yayasan Pulih menjalankan Pondok Rangkul atau Respon Aksi Nyata Gerakan Peduli untuk memberikan pendampingan psikososial, trauma healing dan dukungan logistik.

“Pemulihan pascabencana harus berjalan beriringan dengan pemulihan psikologis masyarakat,” kata Jatmiko.

597 Anak dan 15 Ibu Hamil

Program kesehatan PTPN IV PalmCo juga menyasar penurunan stunting. Intervensi dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Desa Sei Bamban, Sumatera Utara, serta melalui program Adhyaksa Peduli Stunting di Jambi dan Aceh.

Pada semester I 2026, pemberian makanan tambahan menjangkau 597 anak dan 15 ibu hamil.

Perusahaan juga membantu memperbaiki sembilan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting, menjalankan satu program bedah rumah, serta membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan stunting tidak hanya pada persoalan gizi, tetapi juga sanitasi, air bersih dan lingkungan tempat tinggal.

UMKM Didorong Naik Kelas

Sektor ekonomi menjadi bagian lain dari program TJSL. PTPN IV PalmCo mendampingi kelompok usaha masyarakat, termasuk perajin pandai besi.

Pendampingan mencakup legalitas koperasi, pengadaan mesin produksi, alat pelindung diri hingga studi banding. Salah satu penerima program adalah Koperasi Melati Jaya Steel.

Perusahaan juga mendukung operasional dan program inkubasi Rumah BUMN di Medan, Pabatu, Batu Bara dan Jambi. Pelaku UMKM mendapat pelatihan pemasaran digital dan pemanfaatan platform perdagangan elektronik.

“Untuk menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri dan merdeka secara ekonomi, pendekatannya harus dari hulu ke hilir,” ujar Jatmiko.

50.305 Pohon Ditanam

Program lingkungan menunjukkan peningkatan signifikan. PTPN IV PalmCo menanam pohon produktif dan pohon peneduh di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari upaya menjaga tutupan lahan, sumber resapan air dan mendukung peta jalan dekarbonisasi.

Pada 2024, perusahaan menanam 8.750 pohon. Jumlahnya naik menjadi 17.500 pohon pada 2025. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 50.305 pohon sudah ditanam.

Total penanaman sepanjang 2024 hingga pertengahan 2026 mencapai 76.555 pohon.

“Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu,” kata Jatmiko.

Dana TJSL juga diarahkan untuk pembangunan dan renovasi fasilitas ibadah, pengerasan serta pengaspalan jalan desa, perbaikan jembatan antardusun, hingga penyediaan sarana pendukung pendidikan.

PTPN IV PalmCo akan mengevaluasi efektivitas program semester I 2026 sebagai dasar penyusunan program TJSL pada semester berikutnya.

Jatmiko mengatakan kedekatan operasional perusahaan dengan masyarakat pedesaan membuat hubungan sosial menjadi bagian penting dari keberlanjutan usaha.

“Kami menyadari operasional PTPN IV PalmCo bersinggungan langsung dengan masyarakat pedesaan. Oleh karena itu, momentum kemerdekaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penegak hukum, lembaga sosial, dan masyarakat,” ujarnya.

Program TJSL tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi bantuan sesaat. Targetnya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional PTPN IV PalmCo.***

#Ekonomi

Index

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index