www.beritaintermezo.com
18:37 WIB - Sambut HUT RI Ke -77, Lintas Organisasi Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial, Berikut Link Pendaftaran | 17:59 WIB - PTPN V Semarakkan Festival Rakyat Bagholek Godang | 17:32 WIB - Sosialisasi Usaha Hulu Migas, Kapolres : Kita Selalu Siap Amankan Objek Vital Nasional | 12:32 WIB - Hubungan Terlarang Kasus Brigadir J. | 10:58 WIB - Pisah Sambut Kasatpol PP, Bupati Zukri Minta Satpol PP dan Damkar Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas | 09:09 WIB - Semarakkan HUT RI Ke 77, Pemcam Pangkalan Lesung Gelar Lomba Equator Run 10 K
Sukses Membangun Pekanbaru, Firdaus-Ayat Lanjutkan!!
Senin, 06-02-2017 - 08:08:26 WIB

TERKAIT:
   
 

Pekanbaru (Beritaintermezo.com)-Kota Pekanbaru kembali menghadapi suksesi, dimaksudkan untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru perioe 2017-2022. Suksesi di Pekanbaru kali ini dilaksanakan bersama dengan 100 daerah lainnya di Indonesia dalam kegiatan yang bertajuk Pilkada Serentak 2017.

Salah satu pasangan yang maju lagi di ajang pesta politik tingkat lokal itu adalah Dr H Firdaus ST MT dan H Ayat Cahyadi SSi, yang merupakan pasangan petahana. Keduanya diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Setelah sekitar lima tahun memimpin kota yang menyandang predikat sebagai ibukota Provinsi Riau ini, beragam penilaian pun bermunculan soal kinerja duet Firdaus-Ayat. Terlepas dari berbagai penilaian yang ada, fakta ini sulit dinafikan: sejak empat tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Firdaus MT dan Ayat Cahyadi, laju pembangunan fisik, pendidikan dan perekonomian di Pekanbaru terus bergeliat menuju kota metropolitan.

Setidaknya, ada 14 penghargaan bergengsi tingkat nasional yang diraih pasangan ini selama memimpin. Bahkan, Pekanbaru kini menuai berbagai sanjungan. Dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dan perputaran uang terbesar nomor satu di luar Pulau Jawa dan nomor lima di Indonesia.

Letaknya yang strategis, jumlah penduduk diatas 1 juta jiwa dan pintu gerbang masuk dari negara-negara Asia, menempatkan Kota Pekanbaru sebagai Kota Tujuan Investasi terbaik di Indonesia. Sebutan-sebutan lain pun bermunculan atas potensi yang dimiliki ibukota Bumi Lancang Kuning itu, mulai dari istilah Kota Smart, Kota Enterpreneur, sampai Kota Metropolitan Madani. Sebutan Kota Metropolitan Madani tidak lahir begitu saja, karena ini merupakan cita-cita Walikota dan Wakil Walikota Firdaus-Ayat Cahyadi yang tertuang dalam visi yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012.

Dari sejumlah pembangunan non-fisik yang dilakukan pasangan Firdaus-Ayat, yang dinilai paling menonjol oleh sejumlah narasumber yang diwawancarai adalah, program Masjid Paripurna dan Magrib Mengaji. Melalui Masjid Paripurna, menurut mereka, di kota ini terjadi pergeseran paradigma fungsi masjid –dan rumah peribadatan umat Islam lainnya—dari hanya sekadar tempat melakukan ritual kegamaan, ke fungsi-fungsi lain yang dinilai mampu menjawab tantangan kekinian dan masa depan umat Islam di kota ini.

Dalam beberapa kesempatan, Walikota Dr H Firdaus MT mengatakan, Kota Metropolitan Madani adalah suatu tekad bagi pengembangan kota berperadaban dan siap menyongsong tantangan masa depan. Tekad tersebut merupakan tujuan bersama yang sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012.

'Kata Madani yang kami pakai untuk menyebut Kota Pekanbaru ini adalah suatu kata di dalam visi antara kepala daerah masa bakti 2012-2017 mewujudkan Kota Metropolitan Madani. Visi ini mengacu kepada visi daerah sebelumnya yang sudah dibukukan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011,' urai Firdaus.

Berikut Kata Tokoh Masyarakat Riau Kepada Firdaus-Ayat Cahyadi

Drs H Achmad MSi, Plt. Ketua DPD Partai Demokrat Riau
Bukan Sekadar Janji, Tapi Bukti



Mendukung pasangan Firdaus-Ayat kembali maju dalam pertarungan pemilihan Walikkota Pekanbaru dan Wakil Walikota Pekanbaru pada Februari 2017 mendatang bukan lantaran Firdaus kader Demokrat, tapi selama kepemimpinan Firdaus-Ayat pembangunan Pekanbaru berkembang sangat pesat. Selama kepemimpinan mereka, Pekanbaru aman dan pembangunan berkembang pesat.

Mengapa memilih pasangan Firduas-Ayat? Karena banyak pembangunan yang telah dilakukan seperti membangun rumah sakit umum, SMK teknologi, SM Madani, dan masih banyak pembangunan lainnya. Beliau pemimpin yang cerdas, selama kepimpinannya Pekanbaru menjadi kota tujuan investasi terbaik.

Dengan banyaknya investasi yang masuk ke Pekanbaru, tentu membuka lapangan pekerjaan. Kini kita lihat pembangunan hotel menjamur di Pekanbaru, ini tentunya membuka lapangan pekerjaan baru. Apa yang dilakukan Firdaus-Ayat, bukan sekadar janji tapi bukti. Mereka sudah membuktikan kinerjanya dalam membangun Pekanbaru menuju kota metropolitan madani. Maka kita lanjutkan Firdaus-Ayat, sebab masih banyak yang akan mereka lakukan untuk memajukan Pekanbaru.*

Drs H Wan Abu Bakar MS, Mantan Gubernur Riau
Sudah Teruji dan Layak Memimpin Kembali

Masyarakat Kota Pekanbaru, yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilwako Pekanbaru 2017, diharapkan obyektif dalam menjatuhkan pilihan politiknya, untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru periode 2017-2022. Dalam konteks ini, saya menilai pasangan Firdaus-Ayat yang maju lagi dinilai sudah teruji dan layak diberi kepercayaan untuk kembali memimpin Pekanbaru.

Harus juga menjadi bahan pertimbangan, yaitu konsep Pekanbaru Madani yang diusung pasangan Firdaus-Ayat Cahyadi sudah berjalan dengan baik di tengah-tengah kompleksitas Kota Pekanbaru. Walaupun perlahan, tapi progresnya cukup baik, ini memang bukan pekerjaan mudah karena Pekanbaru masyarakatnya heterogen.

Kita juga tak mungkin menutup mata, selama kepemimpinan pasangan itu terjadi berbagai perubahan yang signifikan di Kota Pekanbaru. Visinya jauh ke depan, misalnya jalan-jalan lingkungan banyak di lakukan perbaikan dan perluasan, penertiban pasar-pasar untuk dijaga keindahannya, termasuk terobosan membangun komplek perkantoran dan lain-lain. *



drh H Chaidir MM, Mantan Ketua DPRD Riau
Mereka Punya Visi dan Perencanaan yang Bagus


Firdaus bersama pasangannya, Ayat Cahyadi, yang telah sekitar lima tahun memimpin Kota Pekanbaru, memiliki visi yang bagus dalam mengelola Pekanbaru, yang bersatus sebagai ibukota Provinsi Riau ini. Beliau juga memiliki perencanaan kota metropolitan itu dan memahami filosofinya.

Dengan visi perencanaan seperti itu yang telah disusun Firdausi, aset milik pribadi warga masyarakat otomatis akan meningkat nilainya berlipat-lipat. Saya punya keyakinan sebuah kota modern akan terwujud, dan masyarakat Kota Pekanbaru akan menikmatinya.

Pada bagian lain, Pekanbaru telah memenuhi semua persyaratan sebagai sebuah kota metropolitan, dan dalam sebuah kota metropolitan, birokrasi pemerintah kota yang dipimpin oleh walikota harus mampu berpikir strategis. Walikota harus secara terus menerus menggerakkan seluruh potensi kota dan harus memiliki kemampuan menggerakkan private sector, terutama kalangan investor untuk sama-sama mengisi pembangunan kota.

Dalam lingkungan masyarakat perkotaan yang demikian, perencanaan yang bagus, komprehensif dan konsisten menjadi modal dasar dan sekaligus instrumen yang sangat diperlukan untuk memberikan kepastian berinvestasi. Dan Dr H Firdaus ST MT, walikota incumbent, memenuhi semua syarat untuk itu, karena memiliki visi dan kapasitas perencanaan yang bagus.*

Nurzahedi (Eddy Tanjung), Anggota DPR RI
Tugas Firdaus Belum Selesai


Telah menyelesaikan periode pertama masa jabatannya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru periode 2012-2017, sejatinya tugas pak Firdaus sebagai walikota belumlah selesai. Beliau akan segera menyelesaikan dinding dan atapnya dan bagian lainnya, hingga semua bangunan tersebut sempurna.

Untuk itu pak Firdaus harus menjadi walikota kedua kalinya, terutama dimaksukan untuk menyelesaikan sejumlah bengkalai selama ini, dan untuk membuat Kota Pekanbaru semakin maju. Saya secara pribadi maupun partai, sangat mendukung pak Firdaus untuk menjadi Walikota kedua kalinya.

Pertimbangannya, dalam pengamatan saya, geliat pembangunan di Pekanbaru selama hampir lima tahun ini sangat positif. Pertumbuhan investasi juga cukup menggembirakan. Ini bisa kita lihat dengan menjamurnya pusat-pusat bisnis, seperti perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan lainnya.

Artinya, investor memandang Pekanbaru sebagai kota yang cukup menjanjikan. Kondisi ini jelas tidak terlepas dari kepemimpinan kepala daerahnya sehingga mampu menciptakan kenyamanan dan kemudahan bagi para investor untuk berinvestasi. Ke depan saya optimis, Pekanbaru akan jauh lebih maju dan berkembang, menyusul akan dikembangkanya konsep pembangunan Pekanbaru Smart City.*

Sofyan Siroj, Ketua DPD PKS Pekanbaru
Konsisten Menjaga Keseimbangan


Program-program Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi sangat jelas dalam keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental/rohani masyarakat. Hal ini dengan ditandai dengan pembangunan infrastruktur mulai yang skala besar (pembangunan jalan lingkar, rumah sakit, dan komplek perkantoran yang membuka daerah baru, pembukaan kawasan industri) sampai pada yang skala kecil (jalan lingkungan dan drainase lingkungan).

Namun dengan semua pembangunan fisik tersebut, Firdaus-Ayat tidak melupakan pembangunan mental/rohani masyarakat yang ditandai dengan pembangunan Masjid Paripurna sampai ke tingkat kelurahan. Kita ketahui, masjid adalah pusat kegiatan dan peradaban.

Selain itu, keinginan pasangan Firdaus-Ayat dalam mewujudkan masyarakat Madani di Kota Pekanbaru dalam pengertian kota yang memiliki akhlak mulia, peradaban maju, modern, memiliki kesadaran sosial yang kuat, gotong royong, toleran, dalam sistem politik yang demokratis dan ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan, berpendidikan maju, berbudaya melayu, aman, nyaman, damai sejahtera, bertanggung jawab serta berlandaskan iman dan taqwa, menunjukkan bahwa pasangan ini sangat komit dan perhatian terhadap pelestarian nilai-nilai keimamanan dan ketaqwaan serta nilai budaya melayu yang sangat identik dengan Islam.*

Prof. Dr. Detri Karya, SE. MA, Rektor Universitas Islam Riau
Membawa Perubahan di Banyak Sektor


Harus jujur diakui, sejak sekitar lima tahun terakhir, yaitu sejak Pekanbaru dipimpin duet Walikota Firdaus dengan Wakil Walikota Ayat Cahyadi  banyak perubahan pembangunan di banyak sektor. Tidak terkecuali sektor yang termasuk cukup strategis, yaitu pendidikan.

Seperti data yang saya ketahui, selama rentang waktu 2012-2016, sedikitnya ada sekitar 21 unit sekolah baru dengan jumlah 392 ruang kelas baru (RKB) yang dibangun. Jumlah ini berasal dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Ini adalah fakta yang patut diapresiasi. Artinya, progres pembangunan cukup positif. Mungkin ke depan bisa ditingkatkan dengan bebagai inovasi.*

HR Maizir Mit SE MBA, Tokoh Masyarakat Melayu Riau
Pemimpin Santun dan Religius


Dalam pandangan saya, pasangan Dr H Firdaus ST MT dan H Ayat Cahyadi SSi, sudah cukup berhasil membangun kota Pekanbaru hampir lima tahun kepemimpinan mereka. Sudah banyak yang mereka perbuat dengan berbagai terobosannya.

Pembangunan-pembangunan yang mereka lakukan, sudah dinikmati oleh sebagian besar masyarakat Pekanbaru. Dan ke depan, tentu harus terus diperkuat dan berkesinambungan.
Saya juga melihat, mereka berdua memiliki kepribadian yang santun dan religius. Sosok kepemimpinan, memang sangat kental dalam diri Firdaus-Ayat. *

Arifin Bantu Purba, Tokoh Masyarakat Batak di Riau
Heterogen, Tapi Tak Ada Gejolak Sosial


Arifin Bantu (AB) Purba menilai masyarakat Batak di Pekanbaru melihat kepemimpinan Firdaus
cukup bagus. Perkembangan kota begitu terasa, hubungan eksekutif dengan legislatif juga bagus. Sselain itu, kondisi sosial masyarakat juga kondusif dan harmonis, tidak ada gejolak atau riak-riak meski masyarakat Pekanbaru begitu heterogen.

(Purba mengatakan itu dalam pertemuan pengurus Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) pimpinan Tumpal Hutabarat dengan Firdaus di rumah dinas wali kota di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, Senin (18/1). Selain Tumpal dan Purba, turut hadir para tokoh masyarakat Batak di Riau antara lain H Fachruddin, Viator Butar-butar, JP Simanjuntak atau lebih dikenal dengan Raja Tartar Simanjuntak, Alisyahbana Ritonga, Raya Nainggolan, Fery Sandra Pardede, H Pangoloan Hasibuan, dan Solo Marbun).

Melihat semua kondisi yang ada, kami menyatakan tidak ragu-ragu bahwa untuk melanjutkan rencana besar menjadikan Pekanbaru kota metropolitan yang madani, pak Firdaus harus melanjutkan kepemimpinan ke periode kedua.  Kami melihat satu periode, tidak akan cukup untuk melaksanakan program-program yang telah disiapkan, apalagi ada sebuah rencana besar.*

Suradi Paijan, Tokoh Masyarakat Jawa di Riau
Tak Ada Aparat Pemko Berurusan dengan KPK


Selain mencatat sejumlah keberhasilan di berbagai sektor pembangunan, baik fisik maupun non-fisik, saya punya satu catatan khusus selama lima tahun pasangan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi memimpin Kota Pekanbaru, yaitu pelaksanaan pemerintahan yang tergolong relatif bersih.

Buktinya, selama lima tahun kepemimpinan Firdaus-Ayat saya tak pernah mendengar ada satu aparat Pemko Pekanbaru, mulai dari jajaran terendah sampai ke yang tertinggi, berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ini membuktikan, kepemimpinan duet ini mampu menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang bersih, yang terjauh dari praktek KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).

Di tengah tingkat kepercayaan publik yang terus menurun terhadap aparat pelaksana pemerintah oleh karena kasus KKN, apa yang telah diperlihatkan dan dibuktikan pasangan Firdaus-Ayat selama lima tahun memimpin Pekanbaru, yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, memang pantas diapresiasi. Pasangan ini mampu menunjukkan contoh nyata yang baik kepada publik.

Pendapat saya, warga Pekanbaru seyogianya memberi amanah sekali lagi untuk pasangan ini buat memimpin kota ini dalam rentang waktu lima tahun ke depan. Sebab, selama lima tahun terakhir memimpin Pekanbaru, selain sejumlah program sudah berjalan sebagai yang ditargetkan, masih ada sejumlah program yang memerlukan penanganan segera. Untuk hal-hal semacam ini jelas membutuhkan kontiniutas.

Maka, sangat wajar kalau Firdaus-Ayat diberi amanah satu periode lagi, terutama dimaksudkan untuk menyelesaikan sejumlah program yang masih terbengkalai. Yang kita cemaskan, kalau terjadi pergantian pucuk pimpinan di kota ini, program-program itu tidak ditindaklanjuti. Sebab, sebagian besar dari program-program seperti itu menyentuh langsung kepentingan masyarakat banyak. *

Nehry Mangkuto Ameh, Ketua Umum Kerukunan Kekeluargaan Sumatera Barat (KKSB)
Basuluh jo Mato Urang Banyak


Dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Kerukunan Kekeluargaan Sumatera Barat (KKSB), saya tidak bisa menafikan aneka keberhasilan Kota Pekanbaru di berbagai sektor pembangunan dalam rentang waktu lima tahun terakhir, terhitung sejak kota ini dipimpin oleh Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi. Bak pepatah masyarakat Minang, sudah bersuluh di mato urang banyak.

(KKSB merupakan organisasi warga Pekanbaru yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat, yang baru dideklarasikan pada 9 September lalu. Dalam KKSB berhimpun sejumlah Ika (ikatan kekeluargaan) warga Pekanbaru asal Sumatera Barat seperti IKPS (Ikatan Kekeluargaan Pesisir Selatan), PKDP (Persatuan Kekeluargaan Daerah Pariaman), IKTD (Ikatan Kekeluargaan Tanah Datar), dan lainnya).

Salah satu keberhasilan Firdaus-Ayat yang terbilang menonjol adalah keberanian pasangan ini melakukan pengembangan kota ke kawasan Kecamatan Tenayan Raya. Ini kebijakan yang memiliki implikasi yang sangat luas. Antara lain, kepadatan penduduk yang selama ini terkonsentrasi di sejumlah titik, sudah  bisa dilakukan penyebaran secara merata.

Kegiatan perekonomian juga akan mengekor dengan sendirinya, dan tak lagi terfokus pada beberapa titik seperti yang terjadi selama ini. Tenayan Raya yang selama ini terkesan sebagai kecamatan yang terabaikan, kelak diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kota ini, mengimbangi kawasan-kawasan yang telah maju sebelumnya.

Secara makro, saya sudah melihat langsung master plant dan blue print pengembangan Pekanbaru, yang saya yakini merupakan jawaban yang tepat terhadap kondisi kota ini ke depan. Dalam master plant dan blue print itu, tertuang secara rinci penataan kawasan-kawasan kota sesuai dengan peruntukannya.

Persoalannya, dalam penataan kota itu ada yang butuh waktu singkat untuk mengimplementasikannya, selain juga ada yang menelan waktu panjang, baik karena pertimbangan proses maupun soal pendanaan. Makanya, agar master plant dan blue print itu terwujud secara nyata, sangat diperlukan kesinambungan sosok pasangan yang dipercaya untuk duduk di pucuk pimpinan Kota Pekanbaru.

Kita juga tak menafikan komitmen dan konsistensi pasangan ini untuk menjaga keseimbangan pembangunan. Di saat pembangunan fisik dari berbagai sektor terus digenjot, pasangan Firdaus-Ayat juga tidak mengabaikan pembangunan yang bersifat non-fisik. Semaraknya kehidupan beragama di kota ini, membuktikan kuatnya dukungan pemerintah untuk menjaga dan mengembangkan kehidupan beragama di Pekanbaru.

Kendati demikian, kalau pasangan ini dipercaya lagi untuk memimpin Pekanbaru lima tahun ke depan, untuk kurun waktu 2017-2022, kami punya sejumlah catatan khusus, yang kiranya menjadi perhatian. Pertama, Pemko harus memperbanyak pengembangan daerah komersial. Selain untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi, juga diharapkan untuk membuka peluang berusaha yang luas bagi masyarakat.

Pemko di bawah duet kepemimpinan walikota dan wakil walikota juga diharapkan semakin mengintensifkan komunikasi dengan semua elemen masyarakat. Tegasnya lagi, mesti dibangun komunikasi dua arah yang positif dan konstruktif antara pemko di satu sisi sebagai pengambil kebijakan, dan masyarakat di sisi lain.

Yang diharapkan tidak lain adalah agar semua program yang dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru benar-benar merupakan program yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan program yang lebih menonjol muatan kepentingan proyeknya (project oriented). Bila komunikasi dua arah diitensifkan, maka diharapkan warga kota merasa memiliki dari setiap program yang dijalankan oleh Pemko.*


Yoyok Wardoyo,  Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Masyarakat Jawa Pekanbaru (KMJP)
Sosok  Santun, Agamis, Rendah Hati, dan Takwa


Kami warga Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Kerukunan Masyarakat Jawa Pekanbaru (KMJP), setelah melihat, menilai, dan menimbang, kemudian memutuskan bahwa untuk kemaslahan Kota Pekanbaru maka dirasa perlu untuk mendukung kelanjutan kepemimpinan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi di kota ini, untuk rentang waktu lima tahun ke depan.

(KMJP merupakan organisasi kekeluargaan warga Pekanbaru asal Pulau Jawa yang baru berdiri sekitar setahun belakangan ini. Dalam perkiraan Yoyok, dari keseluruhan penduduk Kota Pekanbaru saat ini, sekitar 18 persen merupakan berasal dari Pulau Jawa, dengan memiliki latar belakang sosial dan ekonomi yang berbeda-beda.)

Keputusan itu kami buat setelah menilai apa yang dilakukan oleh pasangan itu selama sekitar lima tahun meminpin kota ini, termasuk juga dengan mempertimbangkan kebutuhan kota ini lima tahun ke depan. Kesimpulannya, demi kepentingan bersama dengan perspektif yang jauh ke depan, pasangan Firdaus-Ayat mesti diberi amanah lima tahun lagi memimpin kota ini.

Secara garis besar kami menilai, selama lima tahun memimpin Pekanbaru pasangan Firdaus-Ayatt dinilai berhasil. Keberhasilan itu kemudian dilengkapi oleh kebijakan pembangunan yang dilakukan secara merata. Dinamika pembangunan di kota ini tak lagi terpusat di beberapa kawasan, tapi menyebar merata ke semua kawasan kota, bahkan termasuk kawasan yang tergolong jauh dari pusat kota.

Kita juga melihat pesatnya pembangunan fisik kota seperti pembangunan sejumlah infrastruktur dasar, termasuk juga pembangunan untuk kebutuhan kemajuan dunia pendidikan dan kesehatan. Kebijakan Pemko mengembangkan sejumlah pasar tradisional juga dinilai mampu menjawab kebutuhan warga untuk melakukan kegiatan di bidang ekonomi.

Di bidang non-fisik, kami menilai keberhasilan yang paling menonjol dari pasangan ini adalah kemampuan mereka dalam menjaga kondusifitas kota. Di tengah penduduk yang heterogen, yang datang dari begitu banyak perbedaan (agama, bahasa, budaya, etnis, dan lainnya), tapi sejauh ini Pekanbaru masih terjauh dari apa yang disebut dengan konflik horizontal.

Menciptakan suasana semacam ini jangan dianggap sebagai pekerjaan yang mudah. Di tengah begitu banyak latar belakang, yang identik dengan perbedaan, kalau tiak pandai-pandai memenej merupakan sebuah potensi yang bukan tidak mungkin akan menyulut kerawanan. Tapi, pasangan Firdaus-Ayat membuktikan telah mampu untuk itu.

Kondisi ini bisa jadi juga dimungkinkan oleh faktor pendorong lain, yaitu sosok Firdaus secara pribadi yang memiliki karakter yang cukup kuat untuk menopang kapasitasnya sebagai pemimpin. Selain santun, agamis, rendah hati, dan takwa, Pak Firdaus juga merupakan sosok yang mampu menempatkan diri secara pas di tengah aneka perbedaan yang ada.

Juga tak bisa diabaikan bahwa Pak Firdaus merupakan sosok seorang intelektual, yang ditopang oleh aneka latar belakang pendidikan akademis yang tiinggi. Ditambah rangkaian panjang pengalamannya bergelut dengan urusan pemerintahan, telah menempatkan Pak Firdaus sebagai pemimpin yang tahu dengan ‘’detak jantung’’ masyarakat yang dipimpinnya.*

Koko Iskandar, Tokoh Masyarakat Sunda
Berhasil, Dibuktikan Sejumlah Prestasi yang Diraih


Saya memakai parameter sederhana untuk menilai keberhasilan atau kegagalan sepasang pemimpin dalam memimpin daerahnya, yaitu prestasi. Kalau saya menilai pasangan Firdaus-Ayat sukses dalam memimpin Pekanbaru selama lima tahun terakhir, dibuktikan oleh aneka prestasi yang direbut oleh kota ini di berbagai bidang pembangunan.

(Koko Iskandar merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Riau, dan politisi Partai Demokrat. Di Kota Pekanbaru juga ada organisasi kekeluargaan masyarakat Sunda --daerah asal Koko Iskandar--, tapi Koko Iskandar tercatat sebagai anggota biasa dalam organisasi itu).

Di antara prestasi pasangan ini yang perlu mendapat catatan khusus yaitu penghargaan penataan kota terbaik, dan kota dengan iklim investasi yang baik. Penghargaan pertama erat kaitannya dengan pengembangan kota ke depan, sementara yang satu lagi terkait dengan upaya memacu laju pertumbuhan ekonomi kota dan menciptakan peluang kerja dan peluang berusaha yang luas bagi masyarakat.

Prestasi lain pasangan ini yang juga perlu mendapat apresiasi adalah kemampuan mereka memperbesar angka-angka di APBD Kota Pekanbaru. Informasi yang saya terima, besaran APBD Pekanbaru selama lima tahun pasangan ini memimpin sama dengan besaran APBD Pekanbaru selama 11 tahun anggaran.

Angka-angka di APBD yang besar erat korelasinya dengan semakin banyaknya dana yang tersedia untuk membiayai aneka kegiatan pembangunan, yang sebagian besar di antaranya bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak. Maklum, sejalan dengan pertumbuhan kota, aspirasi, dan tuntutan kebutuhan masyarakat juga bergerak dengan dinamis.
Saya juga memberi catatan khusus soal perhatian pasangan ini yang sangat besar terhadap dua sektor yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat banyak, yaitu pendidikan. Di bidang pendidikan, selain dengan meningkatkan derajat kesejahteraan para guru, pasangan ini juga gencar membangun sekolah baru dan penambahan ruang belajar.

Di bidang kesehatan, banyak di antara puskesmas di kota ini dinaikkan statusnya menjadi puskesmas rawat inap, yang diiringi dengan pembangunan rumah sakit baru, baik yang dikelola pemerintah ataupun dunia usaha. Semua upaya itu tentu akan berimbas terhadap semakin membaiknya kualitas pelayanan kesehatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Dibangunnya sejumlah kantor pemerintahan yang baru juga merupakan upaya pasangan ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi kepada masyarakat. Lantaran, pembangunan kantor-kantor baru akan semakin mendekatkan masyarakat dengan lembaga-lembaga penyedia pelayanan milik pemerintah.*

Fakhrunnas MA Jabar, Tokoh Muda Melayu
Perhatiannya Besar untuk Pelestarian Budaya Melayu


Selain memberi apresiasi terhadap aneka keberhasilan pembangunan di bidang fisik selama lima tahun pasangan Walikota Firdaus dan Wakil Walikota Ayat Cahyadi memimpin Kota Pekanbaru, apresiasi yang lebih khusus lagi diberikan pada pasangan ini karena dinilai telah merumuskan dan menjalankan langkah-langkah yang tepat terhadap upaya pelestarian adat dan budaya Melayu, termasuk pengembangan ajaran Islam di kota ini, sebagai agama yang dianut oleh mayoritas warga kota.

Dalam konsep pembangunan Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani, termasuk Visi dan Misi Kota Pekanbaru, tertuang sejumlah langkah dan upaya untuk memberi penguatan terhadap adat dan tradisi lokal Melayu di kota ini, termasuk juga pengembangan ajaran Islam. Konsep itu kemudian dituangkan ke dalam sejumlah program, yang pengaplikasiannya dilakukan secara bertahap dan sistematis.

Secara formal, penguatan adat dan tradisi Melayu diajarkan melalui muatan lokal pada anak didik di semua lembaga pendidikan dengan semua jenjang dan tingkatannya. Termasuk juga program Magrib Mengaji, yang merupakan bagian dari upaya untuk lebih mensyiarkan ajaran agama Islam, juga merupakan kegiatan wajib yang harus diselenggarakan oleh sekolah-sekolah yang ada di kota ini.

Sementara secara informal, penguatan adat dan tradisi Melayu, termasuk juga dalam upaya lebih mensyiarkan ajaran Islam di tengah masyarakat, dipercayakan kepada lembaga-lembaga informal yang ada di tengah masyarakat. LAM (Lembaga Adat Melayu) Pekanbaru, satu misal, sebagai sebuah institusi informal, terus melakukan pengkajian-pengkajian dengan sasaran untuk melestarikan adat dan budaya Melayu di tengah masyarakat Pekanbaru.

Menyoal beratnya upaya mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah gempuran budaya asing yang masuk dari semua penjuru, itu memang fakta yang sulit dinafikan. Tapi satu hal yang bisa dipastikan, pasangan Firdaus-Ayat sejak jauh hari sudah menyadari beratnya tantangan di bidang yang satu ini, dan telah meletakkan kerangka landasan yang kuat untuk menghadapinya. Aplikasinya, tentu sangat memerlukan dukungan dari semua elemen warga.

Apalagi, saya melihat pasangan Firdaus-Ayat merupakan kombinasi yang pas untuk menghadapi tantangan semacam itu. Pak Firdaus yang dikenal sebagai tokoh Melayu Kampar, yang kemudian dikombinasikan dengan Pak Ayat yang dikenal memiliki basis yang kuat di bidang pengembangan agama (Islam); merupakan perpaduan serasi yang diharapkan bisa menjawab kebutuhan dan tantangan warga Pekanbaru ke depan, terutama di bidang pelestarian adat dan budaya Melayu, serta pengembangan ajaran Islam.*




 
Berita Lainnya :
  • Sukses Membangun Pekanbaru, Firdaus-Ayat Lanjutkan!!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica