PTPN IV Rawat Tradisi Balimau Kasai di Rokan Hulu

Jumat, 20 Februari 2026 | 12:38:52 WIB

Pekanbaru (BIC)-Jelang masuknya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau kembali menunaikan tradisi turun-temurun yang sarat makna: Balimau Kasai.

Di tepian Sungai Tapung, suasana berubah semarak. Anak-anak berlarian di antara kerumunan warga. Kaum ibu menenteng wadah berisi air limau, sementara para tetua adat bersiap memimpin doa.

Aroma jeruk purut, jeruk nipis, dan jeruk kapas yang diperas ke dalam air menyatu dengan semilir angin sore, menghadirkan suasana sakral sekaligus hangat.

Balimau berasal dari kata "limau", merujuk pada jeruk yang dicampurkan ke dalam air untuk mandi. Sedangkan kasai adalah ramuan wangi-wangian yang digunakan saat berkeramas.

Dalam khazanah adat Melayu Rokan Hulu, kasai bukan sekadar pewangi rambut, melainkan simbol pembersihan hati dan pikiran dari dengki, iri, dan prasangka sebelum memasuki bulan suci.

Prosesi ini tidak digelar sembarangan. Ada tata aturan adat yang dijaga turun-temurun Lembaga Kerapatan Adat Tandun.

Rangkaian dimulai dengan doa bersama, lalu warga secara bergantian mandi di sungai sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin. Nilai sakralnya tak hanya terletak pada ritual, tetapi juga pada makna spiritual dan sosial yang menyertainya.

Balimau Kasai juga diramaikan dengan permainan tradisional.

Lomba anak-anak, permainan bagi kaum ibu, hingga panjat pinang menghadirkan keceriaan yang mempererat kebersamaan.

Tradisi ini menjadi ruang temu lintas generasi tempat nilai adat diwariskan bukan lewat ceramah, melainkan pengalaman langsung.

Di tengah pelaksanaan tradisi, peran dunia usaha turut hadir. PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III ambil bagian mendukung penyelenggaraan kegiatan.

Keterlibatan tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam merawat kearifan lokal di wilayah operasionalnya.
Ketua LKA Tandun, Datuk Bandaro Zulhaimar, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan tersebut.

Menurutnya, kehadiran perusahaan memperkuat identitas budaya masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV Regional III yang terus bersama kami menjaga tradisi Balimau Kasai. Dukungan ini memperkuat semangat masyarakat untuk tetap melestarikan adat yang menjadi jati diri kami,"  ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional III, Andiansyah Hamdani, menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

"Perusahaan tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Karena itu, kami memandang penting untuk terus mendukung kegiatan adat seperti Balimau Kasai agar tetap lestari dan memberi manfaat sosial," katanya.

Menjelang senja, ketika matahari perlahan meredup di ufuk barat, warga satu per satu meninggalkan tepian sungai. Wajah-wajah yang basah oleh air limau memancarkan ketenangan dan harapan.

Di antara gemericik air dan tawa anak-anak, Balimau Kasai kembali menjadi penanda bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan dirawat bersama, untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.***

Terkini