Bupati Meranti Dukung Langkah Pemerintah Pusat, Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla

Kamis, 05 Maret 2026 | 13:13:06 WIB

Pekanbaru (BIC)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah pusat mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Nasional 2026 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026).

Kehadiran Bupati Asmar dalam apel nasional tersebut menjadi bukti dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap langkah-langkah strategis pemerintah pusat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djamari Chaniago, dan dihadiri para pejabat tinggi negara, kepala daerah dari berbagai provinsi, serta unsur TNI/Polri dan lembaga terkait.

Dalam arahannya, Menko Polhukam menegaskan pentingnya kesadaran kolektif seluruh elemen bangsa dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mempengaruhi citra Indonesia di mata dunia.

"Apel ini merupakan bentuk kesiapan kita dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Kita harus mampu menjaga serta merawat kekayaan alam yang telah dianugerahkan kepada bangsa Indonesia," ujar Djamari.

Ia juga mengingatkan bahwa alam akan memberikan respons sesuai dengan tindakan manusia terhadap lingkungan.

"Jika kita menjaga alam dengan baik, maka alam juga akan memberikan kebaikan bagi kehidupan kita," tegasnya.

Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat dalam upaya pencegahan karhutla.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga dunia usaha sangat diperlukan untuk meminimalkan potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya menjelang musim kemarau.

Pemkab Meranti, kata Asmar, terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta meningkatkan kesiapsiagaan berbagai perangkat daerah dalam menghadapi potensi karhutla.

"Kami mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat," ujarnya.

Pemerintah pusat sendiri menaruh perhatian besar terhadap persoalan karhutla karena dampaknya tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga berdampak terhadap hubungan internasional serta kepercayaan dunia terhadap Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam.

Berbagai langkah mitigasi terus diperkuat, mulai dari modifikasi cuaca, operasi water bombing, patroli udara menggunakan helikopter, hingga pembangunan embung air serta pengelolaan kanal dan parit untuk menjaga tinggi muka air di kawasan lahan gambut.

Dalam kesempatan itu, para gubernur, bupati, dan wali kota juga diminta segera menyiapkan seluruh sumber daya yang dimiliki guna mengantisipasi potensi karhutla, terutama menjelang musim kemarau.

Selain pemerintah daerah, perusahaan pemegang konsesi di sektor kehutanan, perkebunan, maupun pertambangan juga diingatkan untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta menjalankan kewajiban dalam mencegah terjadinya kebakaran di wilayah operasionalnya.

Apel kesiapsiagaan tersebut juga dihadiri berbagai lembaga nasional, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta sejumlah kementerian seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pertanian, hingga Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia.***(Adv/Karim)

Terkini