Pekanbaru (BIC)-PTPN IV PalmCo melalui entitasnya di Riau, PTPN IV Regional III resmi menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak terindikasi stunting dan gizi buruk di Kabupaten Rokan Hulu.
Program yang mengusung tema Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat ini mulai efektif berjalan sejak awal Maret 2026 ini dan berjalan secara berkelanjutan hingga tiga bulan mendatang sebagai bagian dari upaya menekan prevalensi stunting di wilayah tersebut.
Intervensi dilangsungkan dengan menyasar ratusan orang tua yang berasal dari sejumlah desa di bawah cakupan tiga fasilitas layanan kesehatan. Mulai dari Puskesmas Ujung Batu, Puskesmas Kunto Darussalam, serta Puskesmas Pagaran Tapah, yang sebelumnya telah dipetakan PTPN IV PalmCo dengan melibatkan tenaga kesehatan setempat.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu yang diwakili Camat Ujung Batu Sigit Pranjoro mengapresiasi program yang digulirkan PTPN IV PalmCo tersebut. Dia mengatakan bahwa inisiatif itu sejalan dengan program yang tengah digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu yang saat ini berupaya menekan angka stunting dari 14,7 persen pada tahun lalu menjadi 10 persen di tahun ini.
"Program inilah yang kami tunggu. Alhamdulillah, sejak tahun lalu kami soundingkan beberapa perusahaan, baru PTPN IV Regional III ini lah yang turun tangan. Terimakasih telah hadir bersama kami," kata Sigit yang hadir langsung dalam kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Ujung Batu itu.
Untuk itu, dia berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan sehingga bisa membantu mengatasi persoalan gizi buruk dan indikasi stunting di wilayah itu.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menjelaskan bahwa mengatasi persoalan stunting bukan hanya sekedar menekan persentase angka semata. "Di sana ada masa depan. Ada cita-cita yang sedang bertumbuh. Ada harapan yang digantungkan orang tua," kata Bambang.
"Ketika seorang anak mengalami kekurangan gizi, yang terhambat bukan hanya tinggi badannya. Yang ikut terhambat adalah potensi kecerdasannya, daya saingnya, dan bahkan kepercayaan dirinya di masa depan," lanjut dia.
Untuk itu, ia mengatakan bahwa inisiatif ini bukan sebatas program bantuan sosial, namun bentuk kepedulian dan investasi kemanusiaan. Selama tiga bulan ke depan, lanjut dia, perusahaan akan menyalurkan makanan tambahan bergizi, mulai dari susu, telur, kacang hijau, biskuit organik, serta beras, yang didampingi pemantauan berkala oleh tenaga kesehatan.
Lebih jauh, Bambang mengatakan bahwa entitas yang sebelumnya bernama PTPN V tersebut mengakui persoalan stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi bersama untuk menyukseskannya.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Perusahaan pun tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan sinergi, diperlukan hati yang sama, diperlukan komitmen bersama.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Kamis, mengatakan bahwa program yang turut digulirkan di berbagai wilayah Indonesia ini dirancang sebagai intervensi terukur dengan pendekatan kolaboratif.
“Stunting harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Kami melakukan intervensi berbasis data yang diperoleh dari Puskesmas dan pemerintah daerah. Targetnya jelas, membantu menekan prevalensi stunting sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak,” kata dia.
Program intervensi gizi ini merupakan bagian dari gerakan serentak yang dilaksanakan di seluruh regional di bawah naungan PTPN IV PalmCo. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di wilayah Kalimantan dan sejumlah wiayah di Sumatera.
Secara nasional, cakupan program menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 2024, bantuan makanan tambahan bergizi dari perusahaan menjangkau 1.313 anak. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.077 anak pada 2025. Tahun ini, program kembali diperluas di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.
Jatmiko menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi fokus utama perusahaan. “Intervensi gizi ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami. Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan memberi dampak sosial yang terukur, sekaligus berkontribusi pada penciptaan generasi yang lebih sehat dan produktif,” tuturnya.
Dengan langkah tersebut, PTPN IV PalmCo menegaskan peran strategisnya sebagai BUMN perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pembangunan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.***