Pekanbaru (BIC)-Api di lahan gambut membuat petugas harus bekerja lebih keras. Di Siak, Kampar dan Indragiri Hulu, regu pemadam kebakaran PTPN IV Regional III turun bersama Satgas Karhutla untuk mengendalikan sejumlah titik api.
Dukungan tersebut mencakup pengerahan personel serta peralatan pemadam seperti mesin pompa air 25 horse power, nozzle dan mobil patroli. Tim perusahaan bergabung dengan unsur TNI, Polri, BPBD dan Satgas lainnya di lokasi kebakaran.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah dan pemangku kepentingan menangani karhutla.
“Karhutla membutuhkan penanganan bersama. Kami mengerahkan personel dan peralatan yang kami miliki untuk membantu Satgas di lapangan,” kata Bambang dalam keterangan tertulis di Pekanbaru, Senin (7/9/2026).
Di Siak, tim PTPN IV Regional III membantu memadamkan kebakaran lahan gambut sekitar 40 hektare di Kecamatan Dayun. Setelah api dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan bara di dalam gambut tidak kembali menyala. Medan berat membuat tim harus menyeberangi sungai menggunakan kapal kayu menuju lokasi.
Di Indragiri Hulu, pemadaman berlangsung di kawasan berbukit Sungai Golang, Kecamatan Kelayang, dengan luas sekitar 4 hektare. Sementara di Kampar, tim kembali diterjunkan ke Desa Hang Tuah, Kecamatan Perhentian Raja. Sebelumnya, personel juga membantu pemadaman di Desa Sungai Putih, Kecamatan Tapung.
Bambang memastikan perusahaan terus berkoordinasi dengan Satgas untuk menghadapi karhutla yang turut memicu kabut asap dan mengganggu aktivitas pendidikan di Pekanbaru.
Selain operasi pemadaman, PTPN IV Regional III memperkuat pencegahan. Sebanyak 660 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) disiagakan di berbagai unit. Mereka berpatroli hingga kawasan penyangga perusahaan untuk mendeteksi api sejak dini.
Pemantauan menggunakan aplikasi Arfina (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara). Sistem tersebut membantu memantau potensi titik api secara real time hingga radius lima kilometer dari areal perusahaan.
Perusahaan juga menyiagakan pompa bertekanan tinggi, selang, nozzle, GPS, drone dan embung sebagai sumber cadangan air.
PTPN IV Regional III menyebut areal operasionalnya bebas karhutla sejak perusahaan berdiri pada 1996. Pengawasan, patroli dan kesiapsiagaan terus dilakukan untuk mempertahankan kondisi tersebut.***