Pekanbaru (BIC)-PTPN IV Regional III berhasil menyabet penghargaan Sustainable Partnership for Smallholder Empowerment dalam ajang Tribun Pekanbaru Awards 2026 yang mengangkat tema Inspirasi dan Kolaborasi untuk Riau.
Penghargaan tersebut diraih PTPN IV Regional III usai dinilai dewan juri dari perguruan tinggi atas keberhasilannya membangun iklim kemitraan yang positif antara perusahaan dengan ribuan petani sawit Riau secara inklusif dan berkelanjutan.
Ajang ini sendiri menjadi wadah penghargaan dan apresiasi bagi tokoh, pemerintahan, dunia usaha, termasuk BUMN yang dinilai memberikan kontribusi serta kerja nyata bagi masyarakat dan pembangunan di Riau.
“Alhamdulillah. Kemarin malam kami menerima langsung penghargaan yang cukup membanggakan untuk kategori Partnership for Smallholder Empowerment Award. Bagi kami, penghargaan ini menjadi bukti yang shahih bahwa PTPN IV Regional III telah dan akan terus menjalin kemitraan dengan ribuan petani mitra dan turut serta membangun Bumi Lancang Kuning,” kata Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Minggu (30/8/2026).
Region Head menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Pemimpin Perusahaan Tribun Pekanbaru Purnomo Kamid Ruslan dan disaksikan para kepala daerah serta tokoh masyarakat Bumi Melayu di Ballroom Sultan Grand Elite Hotel Pekanbaru, Jumat malam akhir pekan ini.
Keberhasilan PTPN IV Regional III meraih penghargaan tersebut tidak lepas dari program-program kemitraan dengan ribuan petani sawit di Riau. Hingga kini, PTPN IV Regional III telah menjalin kemitraan dengan ribuan petani plasma dengan total luas mencapai 56.000 Ha.
Angka tersebut mencapai 78 persen dari total kebun inti yang dikelola perusahaan, dan secara tidak langsung turut telah melampaui ketentuan pemerintah yang mewajibkan 20 persen kemitraan, baik yang diatur oleh Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 98 Tahun 2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan maupun Permentan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat.
Tidak hanya bermitra, secara aktif PTPN IV Regional III turut memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada para mitra, termasuk mendorong petani naik kelas dengan disiplin teknis budidaya perkebunan lestari dengan standar global. Saat ini, sedikitnya empat kelompok tani mitra PTPN IV Regional III telah mengantongi sertifikasi RSPO.
Kemudian, dewan juri turut menilai kebijakan akselerasi program peremajaan sawit rakyat hingga inisiatif menjaga kestabilan harga sawit petani di saat fluktuasi harga beberapa waktu lalu turut menjadi poin penting dalam penilaian tersebut.
Khusus program peremajaan sawit rakyat (PSR) sendiri, hingga akhir 2025 kemarin, PTPN IV Regional III tercatat telah melangsungkan peremajaan sawit petani Riau mencapai 12.600 hektare.
Peremajaan tersebut berlangsung sejak program revitalisasi perkebunan pada 2012 dan diperkuat dengan PSR pada 2019 hingga saat ini.
Sementara pada 2026 ini, entitas kembali menargetkan program peremajaan sawit yang terus dilangsungkan secara berkelanjutan mencapai 4.500 ha di Bumi Lancang Kuning.
Percepatan peremajaan itu sendiri tak lepas dari persoalan timpangnya produktivitas yang dihasilkan dari kebun petani dan perusahaan. Berdasarkan data yang dirangkum dari berbagai sumber, rerata produktivitas sawit petani Indonesia saat ini berkisar 7-12 ton per hektare pertahun. Sementara, produktivitas sawit korporasi mampu menyentuh angka lebih dari 20 ton perhektare pertahun.
Saat ini produktivitas sawit petani mitra PTPN IV Regional III yang telah melangsungkan peremajaan berhasil meningkat signifikan. Sebagai contoh, petani mitra yang tergabung dalam koperasi dan melangsungkan peremajaan melalui program revitalisasi mampu menghasilkan produktivitas mencapai 29,10 ton/Ha/tahun.
Senada, ribuan petani mitra yang mengikuti program PSR dengan usia sawit TM-3 mampu mencatat hasil produktivitas mencapai 23,94 ton/Ha/tahun, jauh di atas standar yang ditetapkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebesar 19 ton/Ha/tahun.
“Kami sangat bersyukur, seluruh inisiatif telah dan akan terus kami lakukan ini dinilai menjadi bagian dari penggerak roda ekonomi dan pembangunan Riau. Niat kami sederhana, kami ingin terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Riau,” jelas Bambang.***