Pekanbaru (BIC)-Tiga bakal calon (Balon) Rektor Universitas Riau (Unri) periode 2026-2030, Senin (11/5) resmi mendaftar ke Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) di Senat Unri. Ketiganya adalah dosen Unri, masing-masing Prof Dr H Iwantono SSi MPhil (Dekan FMIPA), Prof Firdaus (dosen Fakultas Hukum), dan Prof Dr Elfizar SSi MKom (dosen FMIPA). Berkas pendaftaran mereka diterima langsung Ketua Panitia Dr HM Rasuli SE MSi Ak Ca ACPA.
Saat mendaftar, Prof Iwantono (57 tahun), didampingi sejumlah pendukungnya, termasuk dosen senior Prof Dr Ir Irwan Effendy MSc. Iwantono, meraih gelar Sarjana Fisika-nya di FMIPA Unri (1993). Sementara Gelar S2 (MPhil) bidang Fisika Semikonduktor di University of Sheffield, Inggris (1999), dan S3 (Ph.D) bidang Nanotechnology, Materials for Electronics, di Sheffield Hallam University, (2003). Sekretaris Umum ICMI Orwil Riau ini, sebelumnya pernah menjadi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unri. Bagi Iwantono, ini kali kedua dia maju sebagai Balon Rektor Unri. Pada 2022, saat menjabat Wakil Rektor, dia juga maju di Suksesi Rektor Unri.
Selanjutnya, Prof Firdaus saat mendaftar, didampingi sejumlah tokoh masyarakat Riau, dan dosen di lingkungan Unri. Terlihat hadir mantan pejabat Pemprov Riau Ahmad Shah Harrofie, Joni Irwan, dan Zulkarnain Kadir. Juga mantan anggota DPD RI Dinawati, dan mantan anggota DPRD Riau Zulkarnaen. Prof Firdaus dikenal sebagai anak jati Riau Pesisir, yang ikut membidani Fakultas Hukum Unri.
Sementara Prof Dr Elfizar SSi MKom, termasuk Balon termuda. Pakar Teknologi Informasi ini adalah putra kelahiran Teluk Latak, Bengkalis, 52 tahun lalu. Dia meraih gelar Sarjana Matematika di FMIPA Unri (1996), dan Magister Ilmu Komputer di FMIPA UGM (2001). Keduanya, cumlaude. Sementara gelar Doktor Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, diraihnya di Universiti Malaya (2015).
Dengan demikian, hingga kini, sudah lima Balon Rektor yang mendaftar. Sebelumnya, Rabu (7/5), Prof Dr Jimmi Copriady (Dekan FKIP) sudah mendaftarkan diri, disusul Dr Mexsasai Indra SH MH (Wakil Rektor Bidang Akademik), keesokan harinya. Esok, Selasa (11/5), Prof Dr Nofrizal SPi MSi (Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Perikanan dan Kelautan), dikabarkan juga akan mendaftarkan diri.
Prof Dr Jimmi Copriady, saat mendaftar, didampingi belasan pendukungnya dari berbagai fakultas, termasuk mantan Dekan FKIP Dr Isjoni. Sementara Dr Mexsasai Indra SH MH saat mendaftar, didampingi para pendukung, antara lain Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita SSi MSi PhD, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Hermandra MA.
Kelima Balon, dalam pernyataannya kepada wartawan, mengaku sudah punya resep untuk memajukan Unri ke depan, jika terpilih. Tapi jadwal pemilihan Rektor masih cukup jauh. Semua berkas pendaftar akan diverifikasi dulu oleh panitia pada 13 Mei, dilanjutkan dengan rapat Senat Unri pada 17 bulan berikutnya dengan agenda persetujuan Balon. Setelah itu, akan dilakukan Penyaringan Calon Rektor berupa penyampaian Visi, Misi dan Program di depan Rapat senat Unri dan Utusan Kemendiktisaintek. Sementara pemungutan suara Senat Unri dan Utusan Mendiktisaintek akan dilakukan 8 Agustus 2026.
Berdasarkan ketentuan yang disosialisasikan Panitia Pemilihan, pemilihan berlangsung dalam dua putaran. Putaran pertama, pemungutan suara akan dilakukan oleh 66 anggota Senat Unri. Pada tahap ini, jumlah Balon Rektor yang bertarung minimal empat orang. Senat Unri akan memilih hingga diperoleh tiga Calon Rektor dengan suara terbanyak. Selanjutnya, pada putaran kedua, ke-66 anggota Senat Unri bersama utusan Mendiktisaintek akan memilih untuk memperoleh satu Calon Rektor dengan suara terbanyak.
Hanya saja, suara utusan Menteri nilainya 35% atau setara dengan 36 suara pemilih. Dengan demikian, jika seorang Balon berhasil mengumpulkan suara 15, tetapi didukung full oleh suara Utusan Menteri, maka dia bisa menjedi pemenang. Yang pasti, semua Balon Rektor mengaku akan mengumpulkan suara sebanyak mungkin. Menurut Tim Sukses para Balon, suara Senat Unri yang mereka kantongi, sudah antara 18-30 orang. Tapi mereka terus bergerilya untuk mengumpulkan suara agar signifikan.***
