www.beritaintermezo.com
20:18 WIB - Lantik Sebagai Sekdakab, H Fauzi Efrizal Diminta Mampu Memberikan Warna Baru | 20:13 WIB - Eddy Yatim Minta Kasatpol PP Perkuat Koordinasi Dengan Bapenda | 20:10 WIB - M Adil-Syamsuar Berdamai? Diwarnai Potong Tumpeng | 16:07 WIB - Kunker Ke Mapolsek Kuntodarussalam, Ny Dinda Pangucap : Batasi Bermedsos   | 09:36 WIB - Pelayanan Prima Rumah Sakit Tandun PTPN V Diganjar Akreditasi Bintang Lima Paripurna | 08:29 WIB - Kadiskominfotik Rohil : Tahap Awal Kita Pasang 600 Titik
Minta Perlindungan ke KLHK Siti Nurbaya, Puluhan "Monyet" Terlihat di Malioboro
Selasa, 06-12-2022 - 07:07:34 WIB

TERKAIT:
   
 

Yohyakarta (Beritaintermezo.com)-Puluhan "Monyet" terlihat di keramaian Malioboro tepatnya di titik O, Minggu  (4/12/2022). Kedatangan para "Monyet" tersebut meminta perlindungan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

"Jadikan Monyet sebagai satwa dilindungi" aspirasi yang disampaikan melalui spanduk dan poster. Monyet-monyet ini merupakan para aktivis yang memakai topeng monyet untuk melakukan aksi damai dan simpatik.

Mereka meminta meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk segera menetapkan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan Beruk (Macaca nemestrina) sebagai satwa yang dilindungi.

Mereka tergabung dalam Koalisi Primates Fight Back, sebuah koalisi yang terdiri dari berbagai organisasi pelindung satwa, musisi, seniman, juga komunitas konservasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Melakukan sksi damai dan simpatik, untuk memberitahu pengunjung Malioboro terhadap ancaman dan kepunahan yang sedang dihadapi monyet di Indonesia, serta mengajak para wisatawan bersimpati serta memberi dukungan untuk monyet.

Tak hanya membentangkan spanduk dan poster, relawan juga meminta pengunjung malioboro untuk menandatangani petisi berisi tuntutan yang sama kepada Siti Nurbaya. Petisi diluncurkan di hari yang sama dan nantinya setelah tanda tangan terkumpul, akan diserahkan langsung ke Menteri Siti Nurbaya di Jakarta.

"Ini adalah bagian dari rangkaian aksi nasional yang berlangsung dari 1-10 Desember di berbagai daerah. Saat ini spesies monyet ekor panjang dan beruk di Indonesia sudah terancam, dan aksi ini adalah upaya terakhir kami, sebab selama ini berbagai desakan dari organisasi non-pemerintah agar monyet mendapat perlindungan negara, selalu diabaikan pemerintah," kata Angelina Pane, seperti rilis yang dikirim ke redaksi Beritaintermezo.

Dalam The Macaque Report, Indonesia's Unprotected Primates (Oktober 2022), Macaque Coalition Asia for Animals menyebutkan keterampilan monyet mencari sumber makanan hingga ke kawasan yang hidup manusia disalahartikan sebagai populasi monyet liar melimpah, meski kenyataanya dalam beberapa dekade terakhir jumlah mereka di alam liar terus menurun.

Monyet kemudian dilabeli sebagai "Hama" yang menjadi pembenaran beberapa pihak untuk memburu, menangkap, menjual, dan membunuh kawanan monyet dalam jumlah besar. Macaque Coalition juga menggarisbawahi peningkatan nyata eksploitasi monyet, berupa naiknya aktivitas penangkapan liar, peningkatan ekspor untuk tujuan biomedis, dan konten kekejaman online seperti yang terekam dalam investigasi Narasi berjudul Indonesia Surga Penjagal Bayi Monyet.

Sebelumnya di bulan Maret 2022, The International Union for Conservation of Nature (IUCN), dalam the IUCN RED LIST, menaikkan status monyet ekor panjang dan beruk dari rentan (vulnerable) menjadi terancam punah (endangered). Populasi kedua spesies ini juga terus menurun akibat alih fungsi lahan untuk pemukiman, kawasan ekonomi, pertanian dan perkebunan, serta perburuan.

"Kami tidak akan berhenti menyuarakan situasi kritis ini. Monyet adalah hewan yang cerdik, mereka bisa beradaptasi dalam berbagai lingkungan hidup. Sayangnya karena pembiaran yang dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun kini monyet terancam punah. Jangan sampai kita kehilangan spesies ini, seperti yang terjadi di Bangladesh," tutup Antonio, dari Aksi Peduli Monyet.(rls)



 
Berita Lainnya :
  • Minta Perlindungan ke KLHK Siti Nurbaya, Puluhan "Monyet" Terlihat di Malioboro
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica