Meranti (BIC)-Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali mencuat. BBM yang seharusnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah diduga diselewengkan menjadi ajang bisnis oknum pengusaha pangkalan nakal.
Informasi yang beredar menyebut, minyak bersubsidi dari Pulau Bengkalis diselundupkan ke Meranti melalui pelabuhan tikus di Sungai Dua, Desa Kelemantan.
Fakta ini mengindikasikan adanya jaringan mafia minyak yang telah lama beroperasi secara terselubung di daerah itu. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat kecil, terutama nelayan, petani, dan pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan BBM dengan harga resmi.
Tokoh masyarakat Meranti, Sanusi, mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan.
"Jangan tunggu heboh dulu baru bergerak. Sekecil apa pun laporan masyarakat dan media harus segera ditindaklanjuti," tegasnya, Rabu (21/1/2026).
Sanusi menilai lemahnya pengawasan menjadi celah bagi mafia minyak bermain. Ia meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi, termasuk melakukan sidak rutin ke gudang dan tempat penyimpanan minyak.
"Kalau pengawasan diperkuat, tak ada ruang bagi oknum mencari untung dari jeritan rakyat," ujarnya.
BBM bersubsidi, katanya, bukan untuk kilang sagu, hotel, atau industri besar, melainkan untuk nelayan, petani, transportasi publik, dan layanan umum seperti ambulan serta pemadam kebakaran.
"Pengawasan harus nyata, bukan hanya di atas kertas," tegas Sanusi menutup.***(karim)
